Doa Musa

Viewed : 370 views

Mazmur 90:1
Doa Musa, abdi Allah.
Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.

Ketika hari panas oleh terik matahari, kita perlu tempat berteduh. Tempat berteduh membuat kulit kita tidak rusak terpanggang radiasi sinar matahari.

Ketika hari hujan, kita juga perlu berteduh agar kita dan barang yang sedang dipegang tidak basah. Kita aman dan terlindungi dari kerusakan yang bisa saja terjadi oleh air hujan.

Dalam segala cuaca, baik panas maupun dingin, kita butuh tempat teduh sebagai tempat perlindungan. Dalam semua masa dan keadaan kita perlu berteduh untuk bertahan.

Musa mengatakan bahwa Tuhan adalah tempat dia berteduh. Tidak hanya bagi dia, tetapi juga untuk seluruh keturunannya… untuk generasi-generasi berikutnya setelah dia.

Kita juga sering was-was dengan diri kita saat kita melihat situasi dan kondisi lingkungan yang kurang baik. Kita berpikir bahwa untuk kita masih bisalah kita atasi. Tapi bagaimana dengan anak cucu kita nanti? Akankah mereka bisa bertahan dengan situasi yang sulit.

Ayat firman Tuhan di atas menguatkan kita bahwa Tuhan tempat perteduhan bagi setiap orang percaya dalam setiap masa. Meski nantinya kita tidak lagi hadir dalam hidup mereka, tetapi Tuhan tetap ada dan hadir dalam setiap jaman bagi setiap generasi.

Yang penting dan sangat perlu kita lakukan adalah berdoa dan mengajarkan kepada anak cucu agar mereka mengenal Kristus. Biarlah anak cucu kita mencintai firman Tuhan sebagai ajaran dan pedoman hidup.

Tidak hanya bagi anak cucu secara kedagingan, tetapi juga bagi anak cucu rohani kita. Bagi orang-orang yang Tuhan percayakan bagi kita untuk mengajar mereka jalan Tuhan yang harus mereka tempuh.

Sebagai abdi Allah, mari kita berdoa:
“Tuhan, aku berdoa agar anak cucuku.. keturunanku secara fisik, dan juga anak cucu rohaniku yang Engkau percayakan kepadaku… mereka semua hidup mengenal dan menghormati Engkau. Mereka mengenal jalan-Mu yang harus mereka tempuh. Mereka hidup taat. Mereka rindu dan haus akan Engkau. Kebenaran firman Allah mereka hidupi. Mereka setia ikut Yesus. Mereka menjadi murid Kristus yang tangguh dan siap bayar harga. Itu doa dan harapanku. Amin”.

Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Freepik

Comments

comments