Iman Musa

Viewed : 1,546 views

Ibrani 11:24-25
Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

Status Musa sebagai anak putri Firaun sungguh nyaman. Dia memiliki hak-hak tertentu yang istimewa. Namun karena iman, Musa menolak hal itu.

Kita tahu kehidupan Musa. Akibat-akibat pilihannya, dia harus bayar harga. Dia seolah kehilangan sesuatu dalam hidupnya, yang sebetulnya dapat dihindari kalau dia mau.

Pilihan hidup Musa membuat ada risiko-risiko yang harus ditanggungnya. Ada kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi yang sebetulnya tidak harus dia alami bila dia mau memilih cara lain. Namun Musa beda, dalam pilihan-pilihan hidupnya… semua itu karena iman.

Memang sering tidak mudah hidup ini ketika kita harus memilih bertahan dalam iman kepada Yesus…
• Ada tantangan mental yang harus dihadapi.
• Ada masa sulit yang harus ditempuh.
• Ada kata-kata orang yang mungkin tidak enak didengar dan tidak pas tentang kita.
• Ada kesempatan-kesempatan yang tampaknya menggiurkan, tapi harus rela dilepas.
• Ada situasi yang nampaknya membuat kita dirugikan.
• Ada risiko-risiko yang harus dialami.

Saat menghadapi risiko-risiko tantangan iman, janganlah ciut dan janganlah tawar hati. Mari kita lihat teladan Musa. Mungkin kita harus belajar dari teladan orang-orang yang rela menderita dan mau pikul salib seperti apa yang diajarkan Yesus…

Lukas 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

Di tengah tantangan dan pergumulan hidup, mari kita bertumbuh dalam iman. Iman yang membuat kita tetap kokoh dan teguh di dalam pengharapan.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by CCXpistiavos from Pixabay

Comments

comments