329. The Good News of the Kingdom

Viewed : 841 views

Injil artinya berita sukacita. Kabar yang membuat hati setiap pendengarnya gembira. Entah dahulu kala, ribuan tahun yang lalu, beberapa abad yang silam, atau pun di zaman sekarang, bahkan hingga melinium ke depan, yang namanya Injil akan selalu memberi harapan.

Sesuai dengan harapan untuk generasi terdahulu, angkatan yang masih dalam budaya barbar. Dinanti-nantikan oleh era jadul, turunan yang hidup dalam zaman kuda gigit besi. Bahkan masih tetap sedap didengar bagi generasi masa kini. Harapan satu-satunya bagi gen-X bahkan hingga gen-Alpha, generasi yang kehilangan jati diri.

Begitu pun bagi siapa saja, dengar latar belakang apa pun. Kelompok yang gandrung memegang kaidah-kaidah teologi, atau golongan yang merasa muak dengan kemunafikan tokoh-tokoh rohani. Kalangan yang begitu fanatik dengan agama, atau pun kaum yang lebih suka disebut sebagai none alias tidak beragama. Bahkan itu pun pas bagi katagori yang mulai tidak percaya adanya Sang ADA!

Berita ini pun sreg bagi yang berpindidikan, terasa manis di lidah yang hanya sekolah rendahan. Iramanya enak di dengar karena beresonansi dengan getaran jiwa, ritmenya sesuai dengan lenggang lenggok tarian kebutuhan paling dalam dari diri manusia.

Entah dikau dari denominasi baptis selam, kelompok yang meditasi setiap hari Jumat malam. Merayakan bulan-bulan baru, pantang dengan makanan tertentu. Setia memuliakan DIA setiap hari, ataupun itu dilakukan hanya seminggu sekali. Atau golongan yang pikirannya sama sekali tidak ada ke arah perkara rohani.

Mulai mereka dari berbagai latar belakang. Bisa juga penganut dari berbagai paham. Cocok pun untuk yang dari aneka ragam cara pandang. Bahkan sesuai dengan yang meyakini agamanya yang paling depan hingga yang berprinsip harus sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan.

Berita sukacita itu akan tetap menjadi berita gembira. Warta yang selalu cocok dengan siapa saja.

Berita macam manakah yang selalu sedap di dengar di sepanjang zaman? Warta yang selalu uptodate di telinga lintas keturunan. Kisah yang tidak pernah usang, riwayat yang sekali dengar akan terus terngiang-ngiang. Sepanjang peradaban stori ini akan terus dikenang.

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.(Matius 4:23)

Jesus went throughout Galilee, teaching in their synagogues, proclaiming the good news of the kingdom, and healing every disease and sickness among the people. (versi NIV)

Ini berita kesukaan, Injil, tentang Kerajaan Allah (IKA)! The good news of the kingdom. Berita gembira tentang kehadiran pemerintahan-NYA di muka bumi. Itulah kerinduan-NYA sejak di Taman Eden, waktu sekarang, hingga masa-masa yang akan datang. Dari permulaan penciptaan hingga berakhirnya peradaban, DIA rindu di bumi menjadi Taman Eden.

Injil yang tidak ada kaitan dengan kerajaan agama, dari agama yang mana pun. Tidak dimonopoli oleh suatu aliran, bebas dari kotak ritual. Jauh lebih besar dari sekadar ucapan syahadat, di atas semua definisi ahli Taurat.

Betapa utamanya Kerajaan Allah (KA). Sampai-sampai di awal pelayanan, IKA-lah yang diwartakan. Ke mana pun DIA pergi, entah ke sinagoge, di jalan, bahkan di padang, tema utamanya adalah tentang KA.

Namun entah bagaimana, di era ini, zaman ini, Injil telah berubah dari yang seperti di dengar para nabi. Daku dan dikau telah kehilangan berita sukacita yang didengar oleh Daud, diimpikan Daniel, bahkan yang diusahan dengan tak kenal lelah oleh para murid.

Injil telah diperangkap ke dalam kotak kerajaan agama, berusaha diseret menjadi milik satu agama. Syukurlah KA jauh melebihi semuanya! Berita KA akan tetap berita kesukaan bagi semua umat manusia di sepanjang masa.

Semoga puan dan tuan, daku dan dikau, kembali dapat menangkap berita kesukaan. Injil tentang Kerajaan Allah. Ini suatu kehormatan, sayang kalau diabaikan.(nsm)

 

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments