Dari pergumulan bathin seorang anak dara Maria, kala malaikat menyampaikan kabar gembira. Walau dia tidak menyangka, bagaimana mungkin peristiwa sebesar itu terjadi pada dirinya. Anak yang dikandungnya adalah Sang Raya: Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” (Lukas 1:33). Itu berita sukacita karena pemerintahan-NYA di bumi akan kekal selama-lamanya.
Yohanes pembaptis, nabi kharismatis, nabi terbesar yang pernah ada (Matius 11:11), menantang umat pada masanya untuk bertobat karena Kerajaan Allah (KA) telah tiba. “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 3:2) DIA menyiapkan jalan bagi kedatangan Sang Raja.
Hari pertama pelayanan, kala memulai tampil di muka, fokus-NYA hanya menyampaikan berita sukacita tentang Kerajaan, Injil KA (IKA). Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah. (Matius 4:23). Itulah berita Injil Sang Raja, bukan injil lainnya.
DIA tidak puas menyampaikan IKA hanya seputar Galilea. “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” (Lukas 4:43). DIA fokus kepada tujuan, tak goyang karena berbagai kebutuhan. Banyak yang perlu, namun DIA kukuh kepada yang satu, KA!
Walau para murid sibuk dengan membandingkan ritual doa yang diajarkan Yohanes Pembaptis kepada murid-muridnya, DIA sebaliknya. Alih-alih tergoda diskusi tata ibadah, berdebat berbagai perkara doktrin yang tidak habis-habisnya, DIA mendesak umat untuk konsisten memohon: ’…datanglah Kerajaan-Mu,’ (Matius 6:10). Begitulah kerinduan-NYA, agar hati umat percaya senantiasa melekat kepada KA lebih dari yang lainnya.
Hingga setelah kebangkitan, tiada henti-henti menjelaskan. [S]elama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. (Kisah Para Rasul 1:3). Memang banyak hal yang mendesak untuk dicapai, namun DIA mantap hanya selalu ke satu perkara, menghadirkan KA di dunia!
Setalah 40 hari yang penuh makna, kala hati para murid sudah mulai terbuka. “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” (Lukas 24:32). Dengan bingkai KA, maka makna Kitab Suci menjadi beda! Perjanjian Lama yang penuh kaidah, ritual, dingin dan datar, berubah menjadi bermakna yang membuat hati berkobar-kobar!
Bahkan sejak purbakala, jauh sebelum ada nusantara. Ketika tokoh-tokoh iman menerawang masa, melihat yang tidak kasatmata. Mereka menuturkan kelak di suatu era, dikau dan daku akan ada. Ingatkan untuk juga dapat turut serta menghadirkan kerajaan-NYA di dunia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. (Mazmur 145: 13).
Jadi? Para murid generasi pertama tahu pasti, Amanat Agung Kristus (AAK, Matius 28:19,20) itu bingkainya menghadirkan KA di bumi. Bukankah selama 40 hari itu baru hati murid-murid terbuka tentang KA, lantas keluar intruksi untuk pergi?
Tidak heran, jika Filipus pun mantap dengan satu perkara. [M]ereka percaya Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, (Kisah Para Rasul 8:12). Fokus kepada IKA juga kepada Sang Raja.
Tidak terkecuali rasul Paulus hingga akhir hidupnya sebelum tutup mata. Walau terpenjara dalam tahanan rumah di kota roma, hatinya hanya ada satu perkara. Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus. (Kisah Para Rasul 28: 30,31). Fokus kepada IKA juga kepada Sang Raja.
KA dan Sang Raja benang merah yang merajut semua cerita dalam Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Banyak hal menarik yang perlu, pilih yang nomor satu. Hidup hanya sementara waktu, carilah yang ‘dahulu’, KA dan Sang Raja itu. Itu pilihan jitu, gapailah maka tidak akan malu! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM |

