Kejadian 25:29-34
Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
Tetapi kata Yakub: “Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.”
Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”
Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Kesetiaan seseorang terhadap Allah akan diuji oleh waktu. Kesetiaan kepada Allah merupakan pilihan dan keputusan setiap waktu.
Setiap saat kita akan dihadapkan apakah kita akan memilih dan memutuskan ya atau tidak bagi Allah dan kehendak-Nya.
Keputusan yang tepat, kuncinya terletak pada sejauh mana kita mencintai dan mengasihi Yesus dalam hidup ini. Yang jelas Tuhan Yesus sangat mengasihi kita.
Sejauh mana kita rela menyangkal diri dan ikut memikul salib?
Apakah kasih kita kepada dunia ini melebihi kasih kita kepada-Nya?
Akankah kita tukarkan iman kita dengan sesuatu di dunia ini yang tampaknya lebih menarik tapi berujung sia-sia?
Ingatlah kisah Esau yang menjual hak kesulungannya dengan semangkok kacang merah… setelah itu, ia menyesal.
Kita jangan seperi itu!
Atau barangkali tidaklah sampai kita menukar iman atau menjual hak kesulungan, namun betapa sering kita serasa kurang semangat dan tidak bergairah bertumbuh mengenal Dia.
Marilah kita semakin mengasihi Tuhan melebihi dari apapun.
Lukas 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by icon0.com



