Harta yang Paling Berharga

Viewed : 619 views

Kejadian 25:29-34
Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
Tetapi kata Yakub: “Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.”
Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”
Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Didorong oleh rasa lelah dan lapar, Esau menukarkan hak kesulungannya dengan kacang merah. Dia merasa tidak berharga hak kesulungannya. Suatu pertukaran yang tak seimbang.

Tampak awalnya bahwa Esau merasa hak kesulungan itu tidak ada gunanya. Singkat pikirannya dengan berkata, “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”

Penyesalan Esau terjadi ketika dia telah sadar dan merasakan tipuan Yakub, dimana kemudian dia berkata, “Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?” (Kejadian 27:36).

Kisah Esau ini mengingatkan setiap kita untuk tidak menukarkan apa yang telah kita miliki sebagai harta paling berharga dengan apa yang murahan.

Yang paling mahal adalah iman kita di dalam Yesus. Hubungan baik kita dengan Kristus adalah harta yang jauh lebih tinggi di atas apapun! Keselamatan jiwa kita sungguh tidak ada bandingannya dengan apapun yang ada di dunia ini. Darah Kristus bayarannya untuk tebusan jiwa kita.

Oleh sebab itu, jangan tukarkan harta kita yang mahal itu dengan tipuan tawaran kemilaunya barang fana:
• mungkin itu tawaran uang,
• mungkin itu tawaran kedudukan,
• mungkin itu tawaran … …
Banyak!

Status kita sebagai anak-Nya sungguh luar biasa besar dan agung. Tidak ada bandingannya! Bahkan tak patut bagi kita membandingkan keselamatan kita dengan apapun juga. Bagaikan kita membandingkan uang sekian triliun dengan recehan.
Terlalu jauh!

Biarlah kuat kuasa Tuhan menjaga hati dan pikiran kita dari godaan dan tawaran menggiurkan. Kitapun harus waspada tentunya.
Jagalah!

Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita terhindar dari segala sesuatu untuk terawatnya iman kita di dalam Dia. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by jcomp on Freepik

Comments

comments