Pergumulan Yakub

Viewed : 1,276 views

Kejadian 33:3-4
Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu. Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.

Pergumulan Yakub sungguh amat panjang, dimulai sejak dia menipu abangnya Esau, pelariannya ke pamannya, Laban, keinginannya memperoleh Rahel, tipuan Laban, dan sebagainya.

Salah satu pergumulan Yakub yang sungguh amat berat adalah ketika akan bertemu abangnya, Esau. Rasa takut dan rasa bersalah campur aduk. Mental Yakub diuji pada saat itu.

Yakub ingat bagaimana dulu dia menipu abangnya itu. Meski dia sudah memasang strategi untuk menemui abangnya, tetap saja dia tidak yakin. Akhirnya Tuhan menolong Yakub.

Kalau diamati, pertemuan Yakub dengan Esau merupakan salah satu saat yang begitu indah dan mengharukan, baik bagi Esau, terlebih bagi Yakub yang bersalah.

Sangat mengharukan pertemuan abang-adik ini. Yakub berjalan ke arah Esau. Ia sujud sampai ke tanah tujuh kali di hadapan abangnya. Begitu juga Esau; ia berlari mendapatkan adiknya. Didekap, dipeluk dan diciumnya Yakub. Bertangis-tangisan mereka. Mereka saling merindukan.

Rasa rindu mengalahkan persoalan yang ada di antara Esau dan Yakub. Peristiwa mengharukan ini terjadi karena pertolongan dan campur tangan Tuhan.

Kisah ini mengingatkan dan mengajak kita untuk belajar dan meyakini pertolongan dan campur tangan Allah dalam relasi kita di dalam keluarga dan juga dengan orang lain, serta dalam pergumulan lainnya.

Apabila kita bergantung sepenuhnya kepada hikmat dan penyertaan Allah, satu-persatu persoalan kita dalam keluarga akan terselesaikan dengan baik dan akan membawa damai.

Walau banyak gunung pergumulan, terutama dalam relasi keluarga besar kita; namun Allah akan membawa kita melewatinya dengan damai. Gunung pergumulan kita dalam keluarga tidak diratakan Tuhan, tetapi Dia memberi kekuatan bagi kita untuk mengatasinya.

Di dalam Tuhan selalu ada harapan dan jalan keluar. Menempuh jalan hidup dengan cara Tuhan selalu berujung sukacita. Kunci dan syaratnya adalah berserah kepada Tuhan dan melakukan peran kita dengan baik dan cantik.

Biarlah rasa rindu selalu ada dalam keluarga dan persekutuan kita.
P u j i T u h a n !

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by CCXpistiavos from Pixabay

Comments

comments