Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Kita adalah ahli waris dari kerajaan-Nya. Karena itu, kita diberi hak atas kekayaan-Nya. Kekayaan tersebut tidak dapat diukur dengan panca indra dan perasaan kita.
Kegenapan janji Allah yang mulia akan nyata kelak pada hari kedatangan-Nya. Di situlah Allah menganugerahkan bagian kita dengan luar biasa.
Sebab itu apa yang layak kita persembahkan bagi Dia?
Tidak lain adalah diri kita sebagai persembahan hidup. Hal itu dinyatakan melalui ketaatan dan pelayanan kita. Salah satu bentuk nyata adalah mempersembahkan waktu kita… pikiran kita… atau berupa materi yang kita miliki. Dengan itu kita memuliakan Tuhan.
Mazmur 34:3.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Josh Applegate on Unsplash




