Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Dalam perayaan pesta ulang tahunnya, seorang Direktur perusahaan besar mengundang seluruh staf/karyawannya mulai dari staf berjabatan paling tinggi hingga pesuruh paling rendah.
Beberapa hari menjelang pesta, para pegawai mulai sibuk memikirkan kado apa yang akan diberikan sebagai wujud penghormatan.
Ada beberapa yang berharap agar kado yang diberikan nantinya berdampak dengan apa yang akan diterima, mungkin akan diberi kedudukan yang lebih baik. Karena itu semua ingin memberi yang terbaik bahkan ada yang berlebihan.
Pegawai yang memiliki uang banyak merasa beruntung karena dapat memberikan kado lebih bergengsi. Kado mahal itu akan menyenangkan pimpinannya.
Di antara pegawai itu, ada seorang pegawai biasa sederhana. Dia tidak membawa kado mahal, hanyalah membawa sebuah gantungan kunci dari bambu buatan sendiri. Dia datang bersama istrinya.
Kedatangannya di pesta ulang tahun disambut sang Direktur dengan hangat. Tak disangka, kado hiasan gantungan kunci yang diberikannya dipakai langsung oleh Direktur itu.
Penghargaan yang begitu tinggi terhadap pegawai rendah itu diberikan oleh pimpinannya karena dia bekerja sehari-hari sangat baik. Seolah hidupnya dia serahkan ke perusahaan, dia mengabdi tanpa pamrih.
Apa yang kita persembahkan kepada Allah sebagai Tuhan kita?
Bagi kita yang memiliki banyak mungkin merasa lega kerena merasa dapat memberi lebih banyak. Tentu hal ini baik dan teruslah seperti itu.
Akan tetapi satu hal harus kita pahami bahwa pemberian kepada Allah tidak saja sekedar yang kelihatan berupa benda atau materi meski itu perlu dan harus.
Sesungguhnya persembahan yang paling Allah nantikan dari kita adalah hidup kita… hati kita! Konkritnya adalah perubahan watak kita dan ketaatan, serta teladan hidup yang baik dan benar. Persembahan hidup yang baik adalah kesediaan kita menjadi alat Tuhan memperluas Kerajaan-Nya.
Dengan talenta dan karunia yang Tuhan beri, marilah kita ikut ambil bagian menolong dan meneguhkan iman orang lain agar semakin banyak orang mendekat dan lebih dekat dengan Kristus. Itulah peran dan persembahan mulia yang dapat kita persembahkan kepada Tuhan.
Pakailah hidup yang sangat singkat ini untuk berarti bagi Allah dan berarti bagi sesama kita!
M a r i ! !
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Maurice Williams on Unsplash




