Hidup yang Kekal Adalah Memiliki Relasi yang Baik Dengan Yesus

Viewed : 385 views

Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Pernahkah kita berada di satu rumah yang besar, indah dan sangat menyenangkan, tetapi kita tidak mengenal dengan baik sang pemilik rumah? Hanya kenal begitu-begitu saja. Tentu lebih senang rasanya jika kita kenal dekat, bahkan ada ikatan keluarga dengan sang pemilik rumah.

Bayangkan kita sedang makan malam semeja dengan pemilik rumah itu yang tidak dikenal, maka suasana terasa kaku. Kita diam-diaman saja jadinya. Kita hanya fokus kepada makanan saja. Bagi orang yang mati rasa dan tujuannya hanyalah untuk makan saja, mungkin tidak peduli, tidak ada masalah. Tentu saja hal ini tidak normal.

Bagaimana jika seseorang meyakini sudah percaya dan menerima Kristus, tetapi tidak bertumbuh mengenal Dia yang telah menyelamatkannya? Hubungan terasa tidak harmonis. Tidak ada kehangatan.

Di dalam doa Yesus terungkap suatu pemahaman bahwa kehidupan yang kekal dibangun dan ditandai dengan pengenalan akan Allah di dalam Kristus. Tidak sekedar beroleh bebasmya kita dari hukuman dosa, tetapi lebih dalam adalah tercipta relasi dan pengenalan yang dalam akan Kristus.

Bagaimanapun juga… akhirnya di ujung kehidupan setiap orang percaya adalah bertemu dengan Tuhan Yesus.

Oleh karena itu, mari kita tanpa henti terus membangun hubungan yang erat dengan Kristus. Itulah yang mestinya menjadi kerinduan kita. Kita tidak hanya yakin akan keselamatan; tetapi lebih dari itu adalah hubungan pribadi yang indah dengan pribadi Kristus tetap terpelihara. Itulah doa Yesus. Itulah kerinduan-Nya. Biarlah itu menjadi kerinduan kita. Kita dekat dengan Dia.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments