Mazmur 119:71Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. Siapapun… maunya bebas dan terhindar dari susah. Tidak ada orang yang mau hidup susah tertekan dan tertindas. Tetapi Tuhan kerap ijinkan kita berada dalam posisi tertindas dan merasa ketidakadilan. Kita berharap jika berbuat baik, maka kita juga akan menuai kebaikan. Jika berjuang, maka akan…
Jika Merasa Kekurangan
Filipi 4:19Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Merasa kekurangan sering menjadi masalah dan persolan kita, misalnya merasa:□ kurang besar pendapatan,□ kurang baik kedudukan,□ kurang banyak perolehan, □ kurang tinggi jabatan,□ kurang uang, □ kurang dihargai,□ kurang … … (silahkan diisi). Adanya perasaan kurang adalah baik jika hal itu mendorong…
Terpujilah Nama Tuhan!
Ayub 1:21“Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Ketika orang berkata, “Terpujilah Tuhan”, biasanya saat mengalami kentungan, berhasil, menyenangkan, keinginan tercapai, rencana terealisasi, dan sebagainya. Tentu hal itu baik dan memang wajar serta seharusnyalah demikian. Akan tetapi Ayub…
Mengandalkan Tuhan Dalam Kehidupan
Amsal 3:26Karena TUHANlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat. Mungkin kita memiliki berbagai hal sebagai andalan dan sandaran hidup. Namun bagi kita yang percaya, andalan dan sandaran utama kita adalah Tuhan. Mengandalkan Tuhan artinya mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya. Kita yakin bahwa Tuhan sempurna mengasihi kita dan Dia senantiasa menjaga sehingga…
Susu Vs Makan Keras
Ibrani 5:11-14 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu…
530. Batas Nalar
“Sains menyingkap bagaimana semesta bekerja, namun jiwa resah mencari makna. Keutuhan hidup tak dapat diurai berdasarkan barisan data, namun hati dahaga bersedia menembus batas logika. Guncangan dahsyat gempa bumi di Lisbon, Portugal, pada tahun 1755 turut memantik fajar Abad Pencerahan (Age of Enlightenment, AE) di Benua Eropa. Daripada terus berserah pasrah di hadapan amukan alam,…
529. Praaang..!
“Bunga layu, kendi hancur berdebu; namun firman yang tersimpan di dalam bejana, memaksa miliaran jiwa mengeja ulang dogma.” Peristiwa itu senyap dari panggung dunia, tenggelam di bawah gemuruh hot news seputar berakhirnya Perang Dunia ke-2 dan fajar Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. Namun di padang gersang sunyi sekitar Laut Mati pada tahun…
528. Intervensi ILAHI
“Tiga kali peradaban purba mendobrak takdir, tiga kali pula Langit turun menginterupsi keangkuhan debu pasir. Dan ketika abad modern mengira telah berhasil mengurung-NYA dalam paham materialisme, debu Qumran bangkit mendikte kembali arah sejarah.” Kisah the third rebellion dalam Kejadian 11 bergaung dengan angkuh: “…supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” Narasi ini menyingkapkan makar total…
527. Jalinan Cinta!
“Ketika mitos purba memahat takdir manusia sekadar sebagai budak dari sisa darah konflik antardewa, sebuah kebenaran radikal mendobrak: Sang PENCIPTA justru dengan sukarela mengikatkan diri-NYA pada insan dalam keabadian komitmen cinta!” Tentu bukan Alkitab satu-satunya yang melantunkan riwayat Penciptaan Manusia (Kejadian 1), prahara Air Bah (Kejadian 6), dan drama Menara Babel (Kejadian 11). Lembaran sastra…
526. What’s Next!
”Ketika bumi bulat bersepakat menendang langit, DIA seakan terjepit. Menantikan langkah-NYA berkelit, membuat penghulu malaikat pun tak kuasa berkedip!” Rentetan kisah epik—mulai dari Taman Eden, Air Bah, hingga Menara Babel—menjadi kesaksian Alkitab tentang free will. Inilah anugerah istimewa bagi makhluk ciptaan, baik insan maupun entitas tak kelihatan: kebebasan untuk menentukan pilihan. Sebuah karunia untuk menuruti…
525. Pembangkan Semesta
”Sejarah peradaban tidak lain adalah riwayat insani yang gemar menggempur takhta ILAHI. Saat titah agung ditampik demi mendaulat ego hati, tampaklah bukti: manusia memang sepenuhnya merdeka untuk memilih jalannya sendiri.” Peradaban boleh saja silang pendapat perihal diri-NYA. Mulai dari mereka yang memeluk keyakinan beralaskan iman semata bahwa DIA ada, hingga yang kukuh meyakini 100%—merasa ditopang…
524. Exit Strategy!
“Tatkala Original Plan di ambang gagal total, DIA mencari yang tawakal. Peradaban memuja bilangan, Nuh berdiri sendirian. Kaum yang di bawah radar peradaban justru menjadi celah sempit rencana-NYA dititipkan!” Entah bagaimana, dalam kronik peradaban, tatkala nyaris seluruh manusia hidup mendurhakai titah-NYA, selalu saja ada segelintir jiwa yang tersisa. Mereka bergerak melawan arus; sekelompok kecil yang…