Terpujilah Nama Tuhan!

Viewed : 5 views

Ayub 1:21
“Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

Ketika orang berkata, “Terpujilah Tuhan”, biasanya saat mengalami kentungan, berhasil, menyenangkan, keinginan tercapai, rencana terealisasi, dan sebagainya. Tentu hal itu baik dan memang wajar serta seharusnyalah demikian.

Akan tetapi Ayub berkata, “Terpujilah nama Tuhan” setelah ia kehilangan harta dan anak-anaknya. Pastilah perasaan Ayub perih dan hancur saat kehilangan harta dan anak-anaknya tersebut. Pasti tidak diinginkan Ayub keadaan seperti itu. Dia terperanjat dan kaget serta penuh tanda tanya. Dalam keterkejutannya itulah justru dia berseru, “Terpujilah nama Tuhan!

Biasanya kalau kaget akan sesuatu, apa yang spontan perkataan kita dalam mengekspresikannya?

Kalau menyenangkan, mungkin kita seperti Ayub. Kalau hal yang tidak nyaman mungkin keluhan.

Apa yang membuat Ayub mampu seperti itu?

Gambaran pribadi Ayub:
☆ Ayub 1:1
Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

☆ Ayub 1:8
Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”

Ada 4 hal tentang Ayub:
1. Saleh
2. Jujur
3. Takut akan Allah
4. Menjauhi kejahatan.

Kepribadian Ayub seperti itulah yang membuat namanya menghiasi Alkitab dan akan terus menjadi topik yang dibahas sepanjang masa, termasuk dalam tulisan sederhana ini. Tuhan membanggakan Ayub dengan kepribadiannya yang istimewa.

Meski kita tidak seperti Ayub, dan kita tidak harus mengalami seperti kejadian yang dialaminya, namun pertanyaan untuk kita renungkan: Apakah ada hal-hal yang membuat Tuhan bangga dengan kita?

Mari kita terus belajar akan 4 hal dalam hidup ini:
☆ kesalehan,
☆ kejujuran,
☆ takut akan Allah,
☆ menjauhi kejahatan.

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments