RENUNGAN
Mazmur 20:7-8
Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.
Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak.
Kereta dan kuda adalah simbol kekuatan dan kemegahan. Kereta dibuat oleh tangan manusia. Kuda dipelihara dan dikembangbiakkan oleh manusia.
Banyak hal yang sudah dan akan dibuat oleh manusia terus-menerus yang dianggap sebagai parameter kemajuan jaman. Dengan pikiran cemerlang banyak karya orang-orang hebat kita gunakan dan nikmati. Mungkin juga kita termasuk orang-orang yang berkarya itu. Puji Tuhan…
Kita berterima kasih tentunya atas hal itu semua. Semua itu bagaikan kereta atau kendaraan untuk memberi rasa nyaman dan aman.
Manusia juga tak henti-hentinya memikirkan sumber-sumber kekuatan dan energi. Beragam ilmu digali, didalami, diteliti dan dipelihara serta dikembangkan teknologinya. Siapa yang memiliki dan mengusainya dianggap kuat dan berdaya. Semua itu dianggap bagaikan kuda untuk membawa kejayaan dan kemenangan hidup.
Tentu saja kita butuh kereta untuk kendaraan dan kuda sebagai tenaga penariknya dalam pengertian yang disebutkan di atas. Namun semua itu tetap terbatas sifatnya. Kereta dan kuda tersebut tidak bisa menggantikan peran utama Tuhan dalam hidup kita.
Marilah kita juga ikut berkarya membuat kereta dan turut memelihara dan mengembangkan kuda sebagai fasilitas kebutuhan hidup di dunia ini. Akan tetapi kebanggaan kita bukanlah seberapa banyak kereta yang kita miliki dan seberapa kuat kuda peliharaan kita.
Kemegahan kita adalah bahwa kita milik Allah. Jadi kebanggaan kita tidak terletak kepada apa milik kita, namun terletak di dalam kita milik SIAPA.
Bersama apa yang kita merasa miliki, kita dapat saja jatuh dan terlelap. Namun jika kita bersama SIAPA PEMILIK KITA, kita akan bangun berdiri dengan kokoh.
Puji Tuhan…
Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…
TUHAN PEMILIK kita memberkati dan menyertai milik-Nya.
Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung



