RENUNGAN
1 Korintus 2:9
Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Mungkin kita memiliki model atau bentuk maupun posisi serta keadaan yang diharapkan terjadi atas diri kita. Itulah keinginan kita. Kita berjuang dan siap melakukan apa saja untuk memperolehnya.
Tentu saja keinginan seperti itu positif, sebab hal itu akan memotivasi kita bekerja keras dan memberi semangat pantang menyerah… walau di sisi lain ada juga orang stress dan tertekan karena tidak atau belum juga mendapatkannya.
Apa yang diinginkan manusia sebenarnya sering sebatas apa yang dapat dirasa… apa yang dapat dilihat mata… apa yang dapat didengar telinga.
Kita memiliki cita-cita agar kita merasakan… agar orang lain melihat dan mendengar. Semua itu terkadang sekedar keinginan untuk sebuah pengakuan dan reputasi. Kita sering berjuang untuk reputasi. Ukuran kita sering adalah apa kata orang. Tentu saja ini perlu dipertimbangkan dan dipikirkan agar kita waspada dan memiliki etika hidup.
Namun seharusnya hidup kita lebih tinggi dari apa kata orang. Mestinya kita selalu bertanya apa kata Tuhan tentang kita. Penilaian manusia berubah-ubah dan cenderung tampak luar. Penilaian Tuhan tetap dan kekal serta dimulai dari dalam… dari dalam hati.
Mana yang kita utamakan?
Marilah kita bersama-sama menjalani hidup dengan hati damai dan bahagia serta merenungkan apa kata Tuhan tentang kita. Ketika kita bekerja… ketika kita membuat pilihan hidup… ketika kita berwenang memutuskan nasib orang… ingatlah selalu apa kata Tuhan.
Kita meyakini dan pasti terjadi bahwa setiap orang yang senantiasa melakukan apa kata Tuhan akan mendapatkan lebih dari apa yang ingin dirasakannya… lebih dari apa yang ingin dilihat matanya… lebih dari apa yang ingin didengar telinganya… melewati batas pikirannya. Semua itu sudah disiapkan-Nya. Walau mungkin tidak di sini… tapi DI SANA pasti !!.
Haleluya… Puji Tuhan !
Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…
Tuhan memberkati dan menyertai kita.
Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




