Orang Kaya

Viewed : 1,401 views

RENUNGAN
Matius 19:23-24
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Dalam sebuah kebaktian, seorang pendeta berkhotbah dengan mengemukakan ayat tersebut di atas. Setelah panjang lebar pendeta itu berbicara, namun belum sampai dalam kesimpulan, seorang jemaat bangkit berdiri dan meninggalkan ruang kebaktian.

Rupanya jemaat yang ke luar itu seorang yang kaya raya. Dia berkata agar ayat tersebut jangan lagi dikhotbahkan. Dia salah mengerti dengan ayat tersebut. Dia mungkin merasa disindir, tapi tentu ayat itu bukan menyindir atau memojokkan oang kaya.

Kita butuh orang kaya. Dengan kekayaan yang ada, seseorang memiliki kesempatan berkemurahan untuk berbuat banyak dalam kebaikan. Dengan kekayaan, seseorang dapat melayani Tuhan. Pelayanan juga butuh dana. Dalam hal ini banyak orang kaya menyokong pekerjaan Tuhan. Pekerjaan Tuhan dilancarkan dengan kehadiran orang kaya yang murah hati. Tentu Tuhan senang dengan orang kaya seperti ini. Tuhan akan semakin melimpahkan berkat-Nya melalui damai dan sukacita dalam setiap pemberian yang tulus dari orang kaya.
Puji Tuhan…

Namun sering terjadi kekayaan menghalangi orang untuk mengenal Allah dengan benar. Dan kekayaan bukan hanya kaya harta, tapi juga kaya dalam bentuk kecerdasan, jabatan, talenta, dan sebagainya. Semua itu kita yakini dan kitapun sering berkata bahwa apapun yang ada pada kita adalah pemberian Allah. Akan tetapi kenyataannya betapa sering justru pemberian-Nya itu menghalangi kita datang kepada Tuhan… membuat Dia tidak nomor 1. Tuhan kita jadikan nomor 2 atau nomor 3 atau nomor terakhir atau tanpa nomor.

Mari kita selidiki dan teliti ulang, berada di nomor berapakah posisi Tuhan dalam hati kita?

Dan sedihnya… bahkan kemiskinanpun dapat menghalangi orang mengenal Allah. Mengeluh setiap hari. Berontak kepada Tuhan. Menganggap Tuhan tidak adil dan pilih kasih. Tidak bersyukur atas apa yang ada. Merasa  disakiti dan ditulahi Tuhan dengan kemiskinan dan ketidakmampuan. Menganggap dan membuat sukses dunia jadi ukuran kasih Allah. Bukankah hal ini Allah tidak suka?

Jadi baik kita kaya… kaya dalam hal apa saja… baik kita merasa tak punya, tak apa-apa !. Biarlah hati kita kaya dan semangat kita terus membara untuk memuji-muji Tuhan. Teruslah bersemangat mengenal Allah Yang Hebat.

Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…

Tuhan memberkati dan menyertai kita.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Comments

comments