Kata-kata Kita Adalah Salah Satu Cerminan Siapa Kita

Viewed : 794 views

RENUNGAN
Kolose 3:8
Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

Entah benar atau tidak, ada sebuah tulisan yang mengatakan bahwa setiap hari orang mengucapkan sebanyak 25.000 kata…. walah walam…

Benar atau tidak jumlahnya seperti itu, tetapi kata-kata merupakan alat komunikasi penting. Kita mengekspresikan hati, pikiran dan perasaan kita melalui kata-kata.

Anggaplah benar bahwa setiap hari ada sebanyak 25.000 kata keluar dari mulut kita. Pertanyaannya adalah:
• Ada berapa kata yang sifatnya membangun diri kita dan membangun orang lain?
• Ada berapa kata yang isinya memuliakan Tuhan?
• Ada berapa kata yang membuat orang bersukacita, dan rasanya dipanjangkan umur mereka melalui ucapan kita?
• Ada berapa kata yang membuat orang ingat akan Tuhan?
• Ada berapa kata yang membuat orang merasa dekat dengan Tuhan?
• Ada berapa kata yang membuat orang setia kepada Tuhan?
• Ada berapa kata yang membuat orang semangat melayani Tuhan?

Kata-kata kita adalah salah satu cerminan siapa kita.

Karena itu, walau sering terasa sulit, Rasul Paulus ingatkan agar kita membuang marah, fitnah, geram, dan kata-kata kotor. Paling tidak hal itu tidak menjadi kebiasaan kita. Kita tidak dikendalikan oleh itu.

Para sahabat… kalau dulu sebagai anak-anak yang masih kecil kita belajar kata demi kata yang baik dari orang tua kita, maka kini sebagai anak-anak Tuhan BAPA kita, marilah terus belajar kata demi kata yang diajarkan BAPA kepada kita.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Bapa kita menyertai dan memberkati. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments