Kolose 3:17
Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Rasul Paulus mengatakan agar dalam setiap apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan, semuanya dalam nama Tuhan Yesus.
Hal ini ini mengingatkan:
• Agar perkataan kita senantiasa membangun orang. Tidak sembarangan. Sebab hal itu dalam nama Tuhan Yesus. Alangkah indahnya bila melalui kata-kata kita, walau sederhana, membuat orang mendekat kepada Yesus.
• Agar apa yang kita lakukan, orang yang melihat dikuatkan. Alangkah indahnya bila perbuatan kita, walau dalam hal kecil-kecilpun, orang melihat Tuhan Yesus yang kita sembah.
Dengan berkata dan melakukan segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus, maka kita akan senantiasa menjaga diri dan waspada. Ada isinya perkataan kita dan ada manfaatnya perbuatan kita.
Dengan berkata dan melakukan segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus, maka kita terdorong melakukan apa yang bermutu dan sebaik mungkin sesuai kapasitas kita, baik dalam studi, dalam interaksi sesama kita, dalam pekerjaan, dalam rumah tangga, dan dalam pelayanan kita.
Begitu hebat dan luar biasa spirit dan dorongan bila kita berkata dan melakukan segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus. Kita didorong menjadi pribadi yang lebih bertanggungjawab, hidup saleh, dan dapat dipercaya. Kita dimampukan Tuhan menjadi sahabat sejati bagi siapa saja.
Marilah kita memulai setiap hari-hari kita dengan meminta pertolongan Tuhan dan berkata, “Dalam nama Tuhan Yesus!”
Dan setelah selesai pekerjaan kita, selesai tugas harian kita… saat kita akan mau istirahat, kita mengucap syukur dan berseru, “Dalam nama Tuhan Yesus!”
Selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus menyertai dan menjaga kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Thomas Schütze on Unsplash




