524. Exit Strategy!

Viewed : 7 views

“Tatkala Original Plan di ambang gagal total, DIA mencari yang tawakal. Peradaban memuja bilangan, Nuh berdiri sendirian. Kaum yang di bawah radar peradaban justru menjadi celah sempit rencana-NYA dititipkan!”

Entah bagaimana, dalam kronik peradaban, tatkala nyaris seluruh manusia hidup mendurhakai titah-NYA, selalu saja ada segelintir jiwa yang tersisa. Mereka bergerak melawan arus; sekelompok kecil yang teguh memelihara kemurnian nurani. Itulah kaum minoritas yang terhimpit demi prinsip hidup. Kendati bilangan teramat terbatas, mereka tidak redup.

Kasat mata, seolah segenap peradaban telah bangkit menentang Sang PENCIPTA. Seluruhnya, tanpa terkecuali, seia sekata menyimpang menuruti kehendak sendiri. Maka dapatlah dikata, jika nurani masih terjaga, Adinda akan dianggap ganjil seorang diri. Bila laku hidup Anda berbeda, Anda cenderung bakal dicap ‘gila’.

⁹Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. (Kejadian 6)

Nuh tegak tanpa cela di zamannya, sekaligus karib berjalan bersama Elohim. Bagaimanapun Anda memaknai istilah ‘hidup bergaul’ itu, satu fakta tak dapat dimungkiri: Nuh adalah sahabat YHWH. Keintiman inilah yang memahat laku hidupnya di tengah riuh pusaran hedonisme era antediluvium— kala bumi belum dibilas air bah.

Kehidupan yang menentang arus tidak pernah mudah; ibarat berenang ke hulu menyongsong jeram yang deras. Segenap penjuru beralih menjadi seteru. Anda dipandang bagai wabah yang mesti lekas dilibas. Namun, Nuh begitu luhur tiada duanya; tiada ditemukan pribadi sewarna dia, bahkan di lingkar keluarganya sendiri.

Anomali hidup sewujud Nuh di zamannya menjelma semacam ‘Exit Strategy’— celah sempit demi keberlangsungan Original Plan! Bayangkan saja, dari berlaksa-laksa insan di era itu, cuma satu pribadi yang didapati menyelami hati-NYA. Sebuah porsi yang luar biasa kecilnya; secara statistik, nyaris dapat dipastikan bahwa rancangan-NYA sudah berada di ambang gagal total!

Kini, Rancangan Semula itu bertumpu sepenuhnya pada satu pribadi: Nuh seorang diri. Kitab Suci bungkam, namun boleh jadi, menyaksikan keteguhan prinsip yang dianutnya, sang istri, ketiga putra, serta para menantu akhirnya melebur menjadi satu barisan yang padu demi merakit bahtera.

Prilaku hidup Nuh yang dipandang ganjil oleh peradaban di zamannya, tampaknya menjelma menjadi pola ilahi dalam melaksanakan rancangan-NYA di sepanjang narasi Alkitab. Seolah-olah, DIA ‘hobby’ untuk berkarya di ranah yang ‘nyerempet-nyerempet’ kemustahilan —secara manusiawi tidak mungkin.

DIA berkarya melalui kaum minoritas yang dianggap melawan arus oleh main stream. Sebuah kawanan yang diremehkan, tak kasat mata, nirdaya untuk membalas, dan luput dari hitungan. Mereka bergerak di bawah radar tatapan peradaban; karena itulah, mereka senantiasa diabaikan.

Siapa nyana?

Justru yang diabaikan —kelompok yang tidak menjanjikan— di pundak merekalah bertumpu keberhasilan Original Plan. Mereka bergaul akrab bak sahabat dengan Raja Segala Abad. Dan DIA merasa nyaman nan senang curhat kepada insan yang hidup sendirian melawan arus peradaban (2 Tawarikh 16:29).

Seperti Nuh, mereka melihat apa yang tak kasat mata bagi kebanyakan orang. Mereka menjalani hidup demi memeluk hari esok. Bagi mereka, kehidupan ini bak menghadirkan masa depan di era kini. Mereka telah merdeka dari daya pikat hari ini; segenap langkahnya tertuju lurus pada masa yang bakal datang.

Dunia berlomba menjadi yang utama, berjejal tampil di muka. Number does matter— bilangan menjelma penentu, ke sana kiblat keberhasilan tertuju. Kejayaan ditakar dari kemampuan; kemasyhuran menjadi berhala peradaban. Yang berbeda lekas disingkirkan, yang tak sejalan sunyi diabaikan.

Aaahhh… kendati Puan dan Tuan luput dari hitungan, dianggap kelompok sampingan, janganlah kecil hati, kawan!

Boleh jadi dikaulah celah sempit itu—‘Exit Strategy’ Sang Ilahi. Sebab acap kali, justru di pundak Adinda yang tidak memiliki kemampuan, kehendak-NYA dititipkan!

Sehingga apabila perkara mustahil menjelma menjadi kenyataan, yang mendapat pujian, tentulah Sang TEMAN..🙏🏽(nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments