Mazmur 119:71
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
Siapapun… maunya bebas dan terhindar dari susah. Tidak ada orang yang mau hidup susah tertekan dan tertindas. Tetapi Tuhan kerap ijinkan kita berada dalam posisi tertindas dan merasa ketidakadilan.
Kita berharap jika berbuat baik, maka kita juga akan menuai kebaikan. Jika berjuang, maka akan ada hasil dan penghargaan. Itu adalah wajar. Tetapi faktanya tidak selalu seperti itu. Lantas kitapun mengeluh dan ingin menuntut. Kita bertanya-tanya, “Apakah Tuhan tidak melihat?. Mengapa Tuhan biarkan hal ini terjadi?”
Tuhan pasti melihat. Malah Tuhan melihat apa yang sering tak terlihat oleh kita. tetapi memang Tuhan ijinkan.
Kita sering tidak mampu melihat di balik apa yang Tuhan ijinkan terjadi atas kita dengan berbagai persoalan hidup. Tuhan mau agar melalui itu kita belajar semakin mengenal Dia melalui jalan terjal berbatu-batu kasar dan tajam. Semua itu sebagai ujian kehidupan agar kita belajar ketetapan-Nya. Kita belajar sifat-sifat-Nya. Bagi Allah inilah yang utama.
Seorang guru yang baik ingin murid-muridnya menyelesaikan ujian dan lulus dengan nilai sebaik mungkin. Untuk itu ia memberi ujian yang bagi siswanya terasa berat dan sulit.
Yesus adalah GURU AGUNG kita. Dia mau dan ingin agar kita menyelesaikan seluruh ujian hidup kita dengan baik dan tuntas serta berhasil…. lulus. Untuk itu tidak ada pilihan selain Dia mengijinkan tekanan hidup dialami. Itulah materi ujiannya dalam satuan pelajaran kurikulum hidup kita.
Bila saat ini kita sedang ada ujian hidup terasa sulit, minta kekuatan khusus kepada Tuhan agar kita dipimpin-Nya untuk mampu menempuhnya.
Luluslah dengan nilai baik bersama Dia. Belajarlah kepada-Nya sebab dalam Dia ada solusi dan kunci jawaban atas seluruh ujian hidup.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




