Tuhan Ijinkan Kesusahan Sebagai Ujian Hidup

Viewed : 489 views

1 Tesalonika 3:3
Supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.

Semestinya iman menguatkan kita ketika mengalami pergumulan. Akan tetapi justru sering sebaliknya; iman sering melemah ketika ada tantangan hidup.

Rasul Paulus ingatkan agar iman kita tidak bergoyang di tengah adanya kesusahan. Tuhan ijinkan pergumulan kita alami sebagai ujian hidup. Ujian dimaksudkan agar kita naik kelas. Kita menjadi semakin dewasa.

Rasul Paulus juga katakan bahwa kesusahan itu ditentukan untuk kita. Artinya adalah bahwa kesusahan itu menjadi bagian yang akan ada dalam hidup kita.

Dalam setiap tahap dan fase hidup mulai dari lahir hingga tutup usia, akan ada terus problem manusia. Begitu bayi lahir, umumnya menangis. Mungkin ini mengisyaratkan adanya masalah, walau mungkin tangisan bayi itu ada manfaatnya.

Bayi tersebut dalam perkembangan selanjutnya menuju dewasa, begitu menjalani hidup yang nyata, ada terus masalah dan tantangannya.

Menjelang tutup usia, masalah ada terus. Kekuatan fisik turun. Rentan dengan berbagai penyakit. Tidak boleh atau harus membatasi makanan yang disukai. Ada rasa takut menjelang berakhirnya hidup. Pernah ada orang berkata dalam hayalannya seandainya dia tidak pernah ada, mungkin itu lebih baik. Seakan ada penyesalan mengapa dia ada.

Jadi bagaimana?

Agar iman kita teguh bertumbuh dan kuat, mari kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Selalu bersyukur kepada Dia. Sejalan dengan itu, sesama kita… mari kita saling membangun. Saling menguatkan. Saling mengingatkan untuk kita taat kepada Tuhan melalui percakapan verbal, melalui tulisan… ya… melalui apa saja kita bisa. Paling tidak, mari saling mendoakan!

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati serta monolong kita untuk tetap teguh di dalam iman.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Christian Erfurt on Unsplash

Comments

comments