Jangan Goyang Iman Karena Kesusahan

Viewed : 2,293 views

1 Tesalonika 3:2-3 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu, supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.

Rasul Paulus dalam berbagai tantangan yang dia alami, di hatinya senantiasa ada keterbebanan luar biasa, sehingga dia berupaya maksimal agar jemaat yang dibangun tetap bertumbuh dan kuat.

Dia mengatakan agar setiap orang jangan goyang imannya oleh adanya tekanan derita dan kesusahan. Perkataan Paulus ini menjadi bermakna dan bergaung keras karena memang dia sendiri sedang alami hal itu. Paulus katakan bahwa derita yang dia alami adalah ketentuan dari Tuhan. Barangkali kita berkata: diijinkan Tuhan derita itu dia alami.

Tentu saja kita tidak usah dan tak perlu mencari-cari dan membuat persoalan agar kita menderita sebagai bukti iman kita kuat. Kalau memang hidup kita baik-baik saja dan semua urusan lancar… Puji Tuhan. Itu adalah berkat dan anugerah.

Akan tetapi jika derita datang, hal-hal tidak disukai dan tak diharapkan datang… mari kita hadapi dengan tenang oleh karena Tuhan bersama kita… tetaplah kuat!

Tetaplah memiliki hati untuk mengasihi Tuhan.
Tetaplah hidup melayani.
Keadaan dan suasana boleh berubah, namun hati untuk Tuhan tetap kokoh.

Dalam susah atau senang yang datang silih berganti, biarlah hati kita tetap hangat merespons panggilan Tuhan.

Tuhan… kuatkanlah hatiku untuk tetap setia mengikut Engkau…!!

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Enrique Meseguer from Pixabay

Comments

comments