Pujian dari Pasangan Anda

Viewed : 880 views

Sahabat yang terkasih,

Pasangan itu adalah sahabat seperjalanan yang paling dekat untuk saling memuji.

Pujian adalah bagaikan pupuk yang menumbuhkembangkan cinta, pujian merupakan upaya untuk merawat hubungan, dan menjagainya dari setiap hama yang menyerang, sehingga bunga-bunganya (cinta) selalu mekar berseri.

Saya tidak pernah bisa membayangkan bahwa pasangan saya tidak pernah memuji, memberi apresiasi, dan rasa hormat untuk apa yang saya lakukan.

Pujian dan penghargaan adalah wujud kasih seorang yang dewasa. Dengan pujian dan penghargaan terhadap pasangan, rumah menjadi tempat yang aman untuk memulihkan energi kita di dalam menghadapi kerasnya kehidupan.

Membaca Kitab Kidung Agung, saya membaca rangkaian puji-memuji dari sepasang mempelai. Penggambaran alegoris pasangan mempelai ini seharusnya memberikan inspirasi bagi kita semua, bahwa ternyata ada kuasa di dalam sebuah kata pujian.

Pujian demi pujian sedemikian kuat saling bersambung dari pasangan ini. Di dalam pujian-pujian di antara kedua mempelai di Kitab Kidung Agung, kita melihat disitu ada pengharapan, ada kasih mesra, ada empati dan simpati, ada belas kasihan, ada kerinduan, ada kesabaran, dan kesehatian saling dibangun dan membentuk sebuah atmosfir hubungan yang positif.

Pujian, baik secara implisit maupun eksplisit, kepada pasangan kita, merupakan sebuah perayaan sukacita sebuah hubungan, dan memperkokoh ikatan kita.

Pujian adalah bahasa sastra tinggi di dalam hubungan kita dengan pasangan. Pujian semakin memperhalus dan mengkilapkan kemuliaan pasangan kita masing-masing.

Kita perlu membuang pikiran dan perasaan yang menganggap sepele, tidak level, tidak hormat, merendahkan, stigmatisasi, atau dalam istilah lain, sikap “contemptuous” terhadap pasangan kita.

Sahabat yang terkasih, kita perlu memeriksa diri kita, apakah ada sikap yang demikian terhadap pasangan kita. Kita perlu menggantinya dengan pujian. Tidak ada yang sempurna, tetapi semua membutuhkan pujian dan penghargaan.

Alih-alih “contemptous”, kita perlu mengusahakan sikap “contenment” terhadap pasangan kita. Pasangan kita adalah teman pewaris kasih karunia Allah.

“Contentment is deep, and longer lasting. It is state of appreciation of what you already have, an acceptance with inner peace, joy and surrender all rolled into one.”

Sudahkah memuji pasanganmu hari ini?

Salam
Teja, 25/6/2019

Teja adalah suami dari Titin, ayah dari Kasih dan Anugrah.

Image by Alejandro Tuzzi from Pixabay

Comments

comments