470. Harga Mati

Viewed : 335 views

Masih segudang hal yang belum kupahami tentang YHWH. Namun, yang satu ini benar-benar sulit dimengerti! Ini di luar logika—tak masuk akal manusia. Hanya bisa didekati lewat getaran nada-nada cinta: suara sunyi nurani, bisikan lembut hati yang nyaris sirna. Ketika hati terbungkam, akal pun mengambil alih kendali.

Jadi, tatkala logika menemui jalan buntu, cobalah dengarkan suara hati!

Dalam konteks relasi, apalagi bak dalam ikatan cinta tulus nan murni, perbuatan ini dapatlah dikatakan sebagai tindakan fatal alias tak terampuni. Kalau kesalahan lain mungkin masih dapat ditolerir, akan tetapi prilaku pengkhianatan cinta sulitlah diterima!

Mengapa tidak?

Ini gosip yang akhir-akhir ini membuat ribut jagad maya. Rumor yang menimpa mantan salah satu gubenur yang terlihat saleh tampilannya. Beliau diisukan selingkuh dengan wanita lainnya! Tentu desas desus ini belum tentu benar, namun siapakah yang tidak dapat merasakan bagaimana sakit hatinya sang istri!

Luapan kemarahan, kekecewaan, dan rasa frustasi terhadap cinta yang dikhianati digambarkan media sebagai respon Harga Mati dari si istri untuk tidak lagi peduli. Jika kabar burung itu benar adanya: ”Silakan memilih yang lainnya,” ujar sang istri dengan nada geram.

Tentu, daku dan dikau bisa memahami sikap seorang istri yang merasa tersakiti. Cinta yang dikhianati memang sulit untuk dipulihkan. Betapa pahit rasanya—dan lebih menyakitkan lagi bila perselingkuhan terjadi tepat di depan mata. Cinta yang ternoda tak ada obatnya; lukanya membekas sepanjang masa. Bahkan waktu pun tak mampu menghapusnya—semua tetap tertanam dalam jiwa!

Sejatinya, dalam perkara pengkhianatan cinta, baik istri maupun suami sama-sama menanggung derita. Bahkan anak-anak, hingga keturunan berikutnya pun turut menanggung akibatnya. Hati yang mendua mungkin tampak sebagai peristiwa biasa, tetapi dampaknya luar biasa!

Mungkinkah rasa sakit hati karena cinta yang dinodai itulah yang dirasakan YHWH di Taman Eden? Adam dan Hawa berselingkuh di hadapan-Nya, seia sekata memilih yang lain. Seakan-akan YHWH berkata, “Kalau itu pilihanmu, silakan pergi bersama kekasih barumu!” Maka Adam dan Hawa pun diusir dari Taman Sorga (Kejadian 3:23–24).

Namun syukurlah, YHWH tidak mengambil sikap “harga mati.” Dalam perpisahan dengan Adam dan Hawa, DIA masih sempat mengucapkan janji. Adam telah memilih yang lain, ikrar itu tetap ditegakkan—akan tetapi diwujudkan melalui keturunan mereka di masa mendatang.

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kejadian 3:15)

Adam dan Hawa sudah tidak lagi dapat diharapkan, dan manusia pun tidak dapat dipercaya. Insan telah ternoda, sehingga kata-katanya tidak lagi dapat dipegang. Mungkinkah karena alasan ini YHWH yang mengambil inisiatif untuk berkomitmen? Seolah-olah DIA berkata kepada diri-NYA sendiri, nanti di ujung sana masih ada harapan, suatu masa di depan akan muncul insan yang dapat menyenangkan hati-NYA.

Meskipun manusia telah berlaku busuk, DIA masih juga mengharapkan sesuatu yang harum dari Adam dan Hawa. Seperti seorang teman karib menusuk dari belakang, DIA masih juga memikirkan nasib kekasih-NYA di masa yang akan datang. Mungkinkah ini yang disebut sebagai cinta?

Entahlah, aku tidak tahu! Dari sudut pandang mana pun, ini tampaknya tidak masuk akal. Meski sudah jelas bahwa manusia tidak dapat dipercaya dan cenderung berdusta, YHWH tetap saja seolah-olah menaruh harapan, meskipun tampaknya hampir sia-sia.

Cinta memang luar biasa, sulit dicerna, dan tindakannya sering kali tak terduga. Meskipun aku terus-menerus berkhianat dan menodai cinta-NYA, namun DIA tetap saja berharap aku sadar dan kembali terjaga. Silakan pergi dengan yang lainnya, tetapi tangan-NYA tetap terbuka. Inilah yang namanya cinta, Cinta Ilahi kepada manusia. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments