Sembuh Dari Lumpuh

Viewed : 340 views

Kisah Para Rasul 3:5-9
Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”
Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah.

Seorang yang lumpuh sejak lahir meminta-minta belas kasihan dari orang-orang kepadanya di Bait Allah. Harapannya adalah agar beroleh pemberian sedekah.

Pada saat itu, rasul Petrus yang berada di situ tidak memberi sedekah yang diharapkan orang lumpuh itu. Petrus katakan dia tidak memiliki sesuatu untuk diberikan sebagai sedekah berupa emas dan perak. Namun Petrus justru memberi “sesuatu yang lebih bernilai dan berharga”, yaitu berupa kesembuhan dari kelumpuhannya. Hal itu dilakukan Petrus dalam nama Yesus.

Bagi kita, apa yang ada pada kita untuk dapat memberkati orang lain?

Terkadang kita tidak berkapasitas memberi berupa materi… emas dan perak… uang. Tetapi ada bentuk-bentuk lain yang justru itulah yang mungkin pas, dan sedang dibutuhkan orang lain tepat pada waktunya.

Bila diteliti pastilah ada sesuatu yang ada pada kita untuk diberikan ke orang lain yang bermanfaat:
•⁠ ⁠untuk membuat urusan orang lain lancar,
•⁠ ⁠untuk membuat orang damai,
•⁠ ⁠untuk membuat orang terhibur dari kesedihan,
•⁠ ⁠untuk membuat orang lain semangat hidup,
•⁠ ⁠untuk membuat orang lain kuat menghadapi masalahnya,
•⁠ ⁠untuk membuat orang lain lebih produktif dan menghasilkan apa yang benar dan baik,
•⁠ ⁠untuk membuat orang lain terampil,
•⁠ ⁠untuk membuat orang lain sukses dan berhasil,
•⁠ ⁠untuk memperlengkapi orang lain,
•⁠ ⁠terutama untuk membuat orang lain mengenal dan dekat dengan Kristus,
•⁠ ⁠dan lain-lain… banyak hal.

Dengan kekuatan Allah dan hikmat surgawi, jadikanlah diri kita sebagai alat Tuhan sesuai karunia dan talenta kita untuk menjadi berkat bagi sesama.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat belajar.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Llama 4 on Meta AI

Comments

comments