Obat yang Manjur

Viewed : 474 views

Amsal 17:22
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Bersyukurlah jika kita masih bisa tertawa dan tersenyum. Hari ini banyak orang tidak bisa dan tidak sempat tertawa dan tidak tersenyum. Penyebabnya banyak. Mungkin karena begitu banyak hal yang harus dipikirkan. Banyak hal harus dilakukan. Banyak hal harus dieksekusi.

Tersenyum dan tertawa yang normal dan wajar adalah gambaran dan cerminan hati gembira. Itu adalah obat manjur.

Marilah saat ini kita arahkan hati dan pikiran kepada Kristus sambil tersenyum apapun beban pikiran kita hari ini.

Bagaikan makan obat 3 kali sehari setelah atau sebelum makan, maka coba jugalah ambil waktu secara berkala setiap hari untuk tersenyum dengan kasih Tuhan sebagai dasarnya.

Jangan biarkan pikiran mumet menguasai kita sehingga tidak ada waktu untuk tertawa dan tidak sempat tersenyum. Dunia ini memang rumit dan mumet. Meski begitu, jangan mau takluk ke dunia yang tak pernah berhenti dengan kerumitan dan kemumetannya.

Jika merasa perlu, set alarm dalam HP kita, dimana pada waktu itu sesibuk apapun kita; tinggalkan sejenak untuk merenung tentang kasih Tuhan dan sembahlah Dia. Kita akan dimampukan untuk beroleh kelegaan dan hati gembira. Ini sangat baik untuk dilakukan.

Mungkin rada aneh pernyataan ini, tapi tak apalah: adakan waktu sebagai menu harian kita dimana kita tersenyum dengan mengingat hal-hal positif. Terutama ingatlah bahwa Allah sungguh mengasihi kita.

Agar orang tidak merasa aneh dengan senyuman kita, dan agar mereka tidak berpikiran negatif tentang tingkat kewarasan kita, maka lakukan itu di tempat yang aman atau lakukan dalam hati tanpa suara. Sungguh ini dapat menjadi obat manjur dan tulang tidak menjadi kering.

Dengan seberkas senyuman dan tawa yang riang karena kasih Allah, mari kita sambut hari ini dengan syukur dan sukacita.

S E M A N G A T !
S E M A N G A T !
S E M A N G A T !

Selamat bekerja.
Selamat belajar.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Llama 4 on Meta AI

Comments

comments