Efesus 5:15-16
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaima-na kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Waktu berjalan ngebut. Tak terasa sang waktu berjalan terus tanpa menunggu kita. Kita aktif atau pasif, waktu terus bergulir ke satu arah. Tak pernah berbalik arah.
Hari kemaren tak dapat diulang lagi…sudah lewat. Yang ada adalah hari ini harus dilalui dan menunggu esok yang harus diisi, itupun kalau Tuhan masih ijinkan untuk dilalui.
Bila dilihat kembali hari-hari kita di tahun, mungkin banyak waktu-waktu yang belum digunakan dengan baik sehingga kita merasa gagal dan menyalahkan diri. Atau mungkin juga kita berkata dalam hati, ”Yah sudahlah. Yang sudah berlalu jangan lagi dipikirin!”
Mungkin juga ada harapan-harapan yang belum terwujud.
Apa dan bagaimanapun keadaan kita saat ini, tahun lalu, mari berpikir optimis. Jangan kehilangan sukacita.
Hari ini… saat ini kita diingatkan untuk terus berbenah dalam memakai waktu dengan arif.
Sebab itu…
• Ambillah waktu untuk berpikir, karena itulah cara untuk membuat langkah kita lebih baik.
• Ambillah waktu untuk bermain dan istirahat, kerena itulah sumber kesehatan.
• Ambillah waktu untuk belajar, karena itulah sumber kebijaksanaan.
• Ambillah waktu untuk bekerja, karena itulah pintu untuk keberhasilan.
• Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, karena dengan itu kita semakin mengenal Dia yang mencintai kita sepenuhnya.
• Ambillah waktu untuk bersahabat, karena itulah jalan menuju kebahagiaan.
• Ambillah waktu untuk tertawa, karena itulah musik terbaik yang dapat menggetarkan hati dan obat ampuh.
• Ambillah waktu untuk peduli sesama, karena itulah membuat hidup kita terasa berarti.
• Ambillah waktu untuk berdoa dan mendengarkan Sabda Tuhan- karena itulah sumber kekuatan dan ketenangan.
• Ambillah waktu untuk melayani, karena itulah arti hidup bermakna kekal.
Tuhan ingin melihat kita hidup damai, tenteram dan berbuat sesuatu yang bermakna bagi orang lain. Biarlah hidup kita berbuah dan berdampak hingga kita tuai nanti di dalam kekekalan.
Biarlah semangat baru terus berkobar dalam hati kita untuk bekerja dan berkarya untuk Tuhan dan sesama manusia.
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by RODOLFO BARRETO on Unsplash




