Waktu yang Tersisa

Viewed : 2,566 views

1 Petrus 4:2
supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

Tidak ada kita yang tahu dan tidak perlu kita tahu sampai berapa tahun kita diijinkan Tuhan hidup di dunia ini. Itu artinya siapapun kita, kita tidak tahu berapa sisa hidup kita… bisa banyak dan bisa sedikit lagi. Semua itu kedaulatan Tuhan atas hidup kita. Kita tidak bisa minta ditambah dan tidak bisa minta dikurangi. Tidak bisa kita negosiasi atas usia kita.

Yang perlu kita perhatikan adalah bahwa berapapun angka usia yang ditetapkan Tuhan dan berapapun sisanya, mari kita gunakan untuk melakukan apa yang baik, mulia, agung sesuai kehendak-Nya. Itulah yang dapat kita lakukan… itu adalah semestinya pilihan kita. Tuhan berkenan atas hal itu.

Apabila hidup kita berkenan di hadapan Tuhan dan Tuhan dimuliakan melalui hidup kita, sesungguhnya itulah sumber sukacita kita. Yang lain-lainnya hanyalah bonus-bonus hidup saja sebetulnya.

Sahabat, mari sejenak merenungkan arti hidup kita.
Untuk apa kita hidup?
Untuk apa kita ada?
Untuk apa kita diciptakan unik seperti apa adanya kita saat ini?
Cari dan pahamilah kehedak-Nya.

Mungkin di masa lalu kita tidak puas dengan hidup kita, ada hal-hal tertentu yang merisaukan dan mencemaskan hati dan pikiran kita. Tidak apalah. Biarlah kita berdamai dengan diri kita dengan berbagai perasaan yang mungkin ada dalam diri kita. Tuhan sendiri sudah berdamai dengan kita oleh kehadiran Kristus.

Jangan terlalu lama menoleh ke belakang sehingga kita bisa tersandung dalam mengasihani diri sendiri. Kasih Yesus lebih dari cukup untuk kita. Yang penting mari berjalan ke depan. Peganglah janji-janji Allah dan cermati apa kata-Nya untuk berjalan menempuh seluruh sisa hidup kita yang kita tidak tahu berapa lama lagi kita ada di muka bumi ini.

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memegang dan mengendalikan sisa perjalanan hidup kita.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments