Waktu yang Sisa

Viewed : 1,264 views

1 Petrus 4:2
Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

Kita mungkin setuju bahwa kita dapat hidup oleh karena kita berusaha dan bekerja. Kita dapat makan, minum, memiliki rumah, dan sebagainya oleh karena kita bekerja, atau ada yang bekerja mencari nafkah untuk kita.

Akan tetapi kalau dipikir mendalam, siapakah kita?
Kitakah yang membuat kita dapat hidup?

Sesungguhnya Allah yang memberi hidup kita gratis. Kita dapat berdiam di bumi ini gratis.

Allah memberi senantiasa oksigen sebagai kebutuhan utama kita: gratis. Bayangkan saja seandainya Allah menuntut bayaran setiap kali kita menghirup udara segar untuk bernafas dengan beban sebesar harga oksigen dalam tabung yang banyak digunakan di rumah sakit, berapakah kira-kira rekening yang harus kita bayar setiap bulan?

Allah menerangi bumi kita pada siang hari dengan sinar matahari gratis. Seandainya Tuhan meminta bayaran seharga tarif litrik oleh PLN untuk sinar matahari, hitunglah berapa beban tambahan yang harus kita keluarkan dari dompet setiap bulan?

Cobalah lihat pemberian Allah yang lain… sungguh amat banyak! Tak terhitung dan tak terpikirkan!

Pemberian Allah paling besar adalah anugerah keselamatan yang gratis dalam Yesus Kristus. Yesus mati di kayu salib untuk menebus kita. Untuk ini berapa bayarannya? Untuk ini kita tidak bisa dan tidak mampu serta tak berdaya apa-apa membayarnya.

Seandainya begitu lahir, kita langsung bekerja untuk Tuhan dan lupa makan dan tidur sampai akhir hidup kita, akankah terbayar hutang kita kepada Allah ? Jawabannya: TIDAK!

Hutang kita kepada Allah terlalu besar dan tak akan pernah dapat dilunasi dengan apapun dan oleh siapapun.

Yang dapat kita lakukan dan itupun berkat kasih karunia-Nya, hanyalah:
• bersyukur kepada Tuhan,
• taat kepada-Nya,
• beri dan lakukan apa yang terbaik bagi Dia,
• rajin bekerja dan bertanggung jawab,
• persembahkan segenap hidup kepada-Nya, dan
• hiduplah serta masuklah di dalam rencana-Nya.

Hidup sesuai dengan kehendak Allah yang telah memanggil kita ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya… itulah hal terbaik yang dapat kita lakukan.
Mari bersama-sama lakukan itu!

1 Tesalonika 2:12
dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by NeONBRAND on Unsplash

Comments

comments