Galatia 6:4
Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
Jika kita bekerja, semestinys tujuan kita bukanlah sekedar beroleh upah. Pekerjaan kita sesungguhnya mewujudkan pengabdian dan pelayanan.
Alangkah baik bila melalui pekerjaan kita:
• ada orang yang tertolong,
• ada orang yang bebannya menjadi lebih ringan,
• ada orang merasa dihiburkan,
• ada orang yang merasa haknya diperjuangkan,
• ada orang menjadi lebih cerdas,
• dan sebagainya.
Bagi yang telah percaya, kita dilengkapi dengan karunia rohani yang dianugerahkan Allah.
Mari kita memandang dengan benar dunia kerja kita. Banyak orang mengukur dan menilai pekerjaannya berdasarkan berapa tinggi gaji, seberapa tinggi jabatan dan kuasanya. Pandangan dan ukuran kita terhadap orang lainpun seperti itu juga. Sehingga kita sering seakan adu posisi dan adu kekuatan. Merasa orang lain saingan, bukan teman. Hidup penuh kompetisi, bukan kolaborasi. Walau kita tidak katakan, tetapi itu yang sering ada di hati kita. Akibatnya kita stress, bersaing tidak sehat, saling berebut pangaruh, mementingkan apa yang tidak penting dan melupakan apa yang perlu.
Kemegahan kita sering sebatas apa kata orang. Sangat ingin untuk dikagumi orang. Apakah ini salah?
Persoalan kita bukan soal salah atau tidak, tetapi apakah kita sedang melakukan apa yang benar menurut Tuhan. Inilah yag harus kita perhatikan dan harus diperiksa, serta harus kita nilai. Jika berkenan dalam pandangan Tuhan, itulah kemegahan kita. Jika tidak berkenan di hati Tuhan, meski merasa diuntungkan… buat apa?
Mari kita menilai apa yang sudah kita kerjakan… apa yang sedang kita kerjakan… dan apa yang akan kita kerjakan. Apakah kita bermegah karena berkenan di hati-Nya?
Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using Llama 4 on Meta AI




