Pekerjaan Merupakan Pengabdian & Pelayanan Kita

Viewed : 381 views

Galatia 6:4
Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

Bekerja adalah tanggung jawab kita. Kita disuruh untuk bekerja dengan baik apapun peofesi dan pekerjaan kita. Bahkan pekerjaan sebagai seorang ibu rumah tanggapun adalah pekerjaan mulia, bahkan boleh jadi lebih berat dari pekerjaan seorang karyawan di kantor.

Apa yang dikerjakan haruslah senantiasa kita menilainya dan harus dicermati dan disyukuri. Pekerjaan kita bukanlah sekedar bertujuan beroleh uang atau upah. Pekerjaan kita sesungguhnya merupakan pengabdian dan pelayanan.

Dengan pekerjaan kita:
•⁠ ⁠ada orang yang tertolong,
•⁠ ⁠ada orang yang bebannya menjadi lebih ringan,
•⁠ ⁠ada orang merasa dihiburkan,
•⁠ ⁠ada orang yang merasa haknya diperjuangkan,
•⁠ ⁠ada orang menjadi semakin cerdas,
•⁠ ⁠ada orang merasa lebih terangkat naik ke atas,
•⁠ ⁠dan sebagainya.

Hal tersebut dilakukan sesuai dengan talenta dan kapasitas kita. Bagi kita yang telah percaya, kita diperlengkapi dengan karunia rohani sebagai anugerah Allah. Begitulah mestinya kita memandang dan meyakini dunia kerja kita dengan apa yang kita lakukan.

Betapa sering kita menilai dan mengukur pekerjaan kita berdasarkan berapa tinggi pendapatan kita… seberapa tinggi jabatan dan kuasa kita. Ukuran kita terhadap orang lainpun seperti itu juga. Sehingga kita sering adu posisi dan adu kekuatan. Merasa orang lain saingan… bukan teman… bukan kolega. Hidup menjadi penuh kompetisi… bukan kolaborasi. Walaupun kita tidak katakan, tetapi itu yang sering ada di hati kita. Akibatnya kita stress, bersaing tidak sehat, saling berebut pangaruh, mementingkan apa yang tidak penting dan melupakan apa yang perlu.

Kemegahan kita sering adalah berdasarkan apa kata orang. Ingin decak kagum orang.
Apakah ini salah?

Persoalannya bukan soal salah atau tidak, tetapi apakah kita sedang melakukan apa yang benar menurut Tuhan. Inilah yag harus kita uji, harus kita periksa, harus kita nilai diri kita. Jika pekerjaan kita berkenan di hadapan Tuhan, itulah kemegahan kita. Jika tidak berkenan di hati Tuhan, meski merasa diuntungkan dan merasa berhasil… buat apa?

Mari kita menilai apa yang sudah kita kerjakan… apa yang sedang kita kerjakan… dan apa yang akan kita lakukan ke depan. Biarlah kita bermegah dan bersukacita serta semangat bekerja karena pekerjaan kita dan apa yang kita lakukan sungguh berkenan di hati-Nya?

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai kita, Dia memberkati apa yang kita kerjakan dan lakukan. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments