Melayani Sebagai Pengabdian Diri

Viewed : 466 views

Yohanes 12:26
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Kata melayani merupakan kata yang banyak dipakai setiap waktu, baik dalam profesi, keluarga, dalam persekutuan/ gereja, dan sebagainya.

Melayani diartikan sebagai pengabdian diri. Pelayanan dilakukan dalam berbagai bentuk aktivitas dan kegiatan.

Bagi kita yang percaya dan telah menerima Kristus, melayani bukanlah sekedar aktivitas atau kegiatan atau kesibukan semata. Melayani Tuhan merupakan penyerahan atau pengabdian hidup kepada-Nya. Di dalamnya disertai dengan perubahan sikap dan karakter. Hal ini semestinya harus terjadi sebagai sebuah proses bagi setiap orang yang terpanggil melayani Tuhan.

Itulah sebabnya Yesus berkata barangsiapa atau siapapun yang melayani Tuhan, dia harus mengikut Yesus.

Hal itu tidak berarti kita harus sempurna sebagai syarat melayani Tuhan, bahkan kita sadar bahwa kita sesungguhnya banyak kekurangannya. Kita adalah hamba-hamba yang tidak layak dan sangat butuh sentuhan belas kasih karunia dan anugerah Tuhan.

Tidak ada orang yang sempurna, tetapi yang ada adalah bahwa kita akan semakin disempurnakan di dalam kita melayani Tuhan. Banyak titik-titik lemah kita, dan di situlah Tuhan campur tangan membentuk dan menyempurnakan kita.

Tuhan Yesus senantiasa beserta kita. Dia ada dalam hati kita. Di mana kita ada, Dia ada di situ. Ketika kita merasa bergumul sendiri. Tuhan Yesus sungguh melihat itu. Sungguh LUAR BIASA penyertaan dan kehadiran-Nya mengawal kita.

Satu hal yang amat penting adalah bahwa Allah Bapa menghormati setiap orang yang melayani Dia. Menghormati dapat diartikan sebagai: menghargai, memberi pujian, mengasihi, dan sebagainya. Hidup kita berkenan kepada Dia.

Karena itu sungguh rugi jika kita tidak ada hati melayani Tuhan. Rasanya hilanglah kesempatan emas jika kita tidak serius melayani Dia… bila waktu kita habis hanya melayani diri sendiri dengan sibuk mencari kepuasan dan kenikmatan di luar Dia.

Selagi ada waktu yang mungkin hanya tinggal sedikit saja lagi atau mungkin masih banyak… (semoga), marilah kita melayani Tuhan sesuai penggilan, talenta, karunia, dan kapasitas kita masing-masing.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menolong kita untuk tetap menjadi hamba yang setia mengabdi melayani Kristus. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments