Tetaplah Semangat dan Setia Melayani Tuhan

Viewed : 840 views

Yakobus 5:7
Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

Seorang pria pergi ke kota naik bus memenuhi panggilan wawancara untuk lowongan kerja. Dalam bus itu sebagian besar penumpangnya adalah para pelamar ke kantor yang sama.

Karena jalan macet, bus terlambat masuk terminal. Dia jadi was-was apakah masih sempat sampai di kantor sesuai dengan jadwal yang ditentukan perusahaan.

Begitu bus sampai di terminal, para penumpang, khususnya yang mau ke perusahaan itu, berlomba turun mengejar waktu. Tiba-tiba di seberang jalan, seorang wanita terjatuh ketika mau menyetop taksi. Ibu itu berteriak minta tolong karena tidak kuat berdiri, tapi tidak ada yang peduli; semua tergesa-gesa pergi.

Melihat hal itu pria tadi ragu-ragu mau menolong atau tidak. Pria itu kasihan melihat wanita itu, namun dia juga ingat bahwa waktu berjalan terus dan akan terlambat jika menolong ibu itu. Tetapi dalam hatinya ada suara, ”Sebagai orang Kristen harus bersabar dan harus siap menolong” Itu yang ada di dalam hati dan pikirannya.

Hatinya menjerit dan berdoa, ”Tuhan…bagaimana ini?” Aku kasihan ibu yang jatuh itu, tapi aku juga harus cepat ke kantor perusahaan karena aku harus ikut tes wawancara, aku butuh pekerjaan.”

Akhirnya dia putuskan untuk menolong. Setelah ditolong, ibu itu minta diantarkan ke sebuah tempat. Pria itu bersedia dengan prinsip: bila membantu, jangan tanggung-tanggung! Dia bersabar dan berdoa kepada Tuhan agar walau nanti terlambat, dia masih diberi kesempatan untuk wawancara.

Tidak disangka, rupanya wanita itu harus diantar ke kantor tujuan pria itu diwawancarai. Sampai di depan pintu utama, ibu itu masuk ke dalam dan pria itu menunggu di sebuah ruang untuk bertanya ke bagian kepegawaian apakah masih diijinkan untuk ikut wawancara. Tak lama kemudian, dia dipanggil masuk ruang wawancara.

Alangkah kagetnya bahwa salah satu yang mewawancarainya adalah wanita yang dia tolong tadi, karena dialah pemilik perusahaan besar itu. Tak banyak lagi tanya-tanya, sang pria baik hati… saat itu juga dinyatakan diterima bekerja.

Kisah di atas rasanya mungkin berlebihan dan serba kebetulan saja, namun ada makna di balik kisah itu.

Maknanya adalah ketika kita putuskan untuk melakukan suatu kebaikan atau rindu dan ingin melayani Tuhan dan bersabar melakukannya dengan setia meski susah jalannya; mungkin hati kecil kita berkata alangkah banyaknya kesempatan dan waktu terhilang. Tapi ingatlah bahwa kita melakukannya untuk Tuhan Yesus. Dia nanti yang menjadi HAKIM di dalam Takhta Pengadilan untuk menentukan apa bagian setiap orang di dalam kekekalan.

Karena itu tetaplah semangat dan setia melayani Tuhan dan berbuat apa yang baik. Besabarlah dalam berbagai kesulitan hidup karena Dia yang akan menopang kita.

Selamat Beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Taras Chuiko on Unsplash

Comments

comments