Harus Bersabar dan Siap Menolong

Viewed : 1,178 views

Yakobus 5:7
Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi

Seorang pemuda pergi ke kota naik bus memenuhi panggilan wawancara untuk lowongan kerja. Dalam bus itu sebagian besar penumpangnya adalah para pelamar ke kantor yang sama. Karena jalan macet, bus terlambat masuk terminal.

Pemuda itu was-was apakah masih sempat sampai di kantor sesuai dengan jadwal yang ditentukan perusahaan.

Begitu bus sampai di terminal, para penumpang, khususnya yang mau ke perusahaan, berlomba turun mengejar waktu. Tiba-tiba di seberang jalan, seorang wanita terjatuh ketika mau menyetop taksi. Ibu itu berteriak minta tolong karena tidak kuat berdiri, tapi tidak ada yang peduli, semua tergesa-gesa pergi.

Melihat hal itu pemuda tersebut ragu-ragu mau menolong atau tidak. Dia kasihan melihat wanita itu, namun dia juga ingat bahwa waktu berjalan terus dan akan terlambat jika menolong ibu itu. Tetapi dalam hatinya ada suara, ”Sebagai orang Kristen, saya harus bersabar dan harus siap menolong”

Hati pemuda itu serasa bergumul, ”Tuhan, bagaimana ini? Saya kasihan melihat ibu yang jatuh itu, tapi juga saya harus cepat ke kantor perusahaan karena saya harus ikut tes wawancara, saya butuh pekerjaan”

Akhirnya dia putuskan untuk menolong. Setelah ditolong, ibu itu meminta diantarkan ke sebuah tempat. Pemuda itu bersedia dengan prinsip; bila membantu… jangan tanggung-tanggung! Dia berdoa kepada Tuhan agar walau nanti terlambat, dia masih diberi kesempatan untuk wawancara.

Tidak disangka, rupanya wanita itu harus diantar ke kantor tujuan pemuda itu diwawancarai. Sampai di depan pintu utama, ibu itu masuk ke dalam dan sang pemuda menunggu di luar untuk bertanya ke bagian kepegawaian apakah masih diijinkan untuk ikut wawancara. Tak lama kemudian, pemuda itupun dipanggil masuk ruang wawancara.

Alangkah kagetnya bahwa salah satu yang mewawancarainya adalah wanita yang dia tolong tadi, karena dialah pemilik perusahaan besar itu.
Apa hasil wawancaranya?
Silahkan interpretasi sendiri!… agar jangan dianggap serba kebetulan seperti sinetron 🙂🙂

Makna kisah di atas adalah…
Ketika kita putuskan berbuat sesuatu yang baik, terlebih untuk melayani Tuhan dan bersabar melakukannya dengan setia meski susah jalannya, mungkin hati kecil kita berkata, ”Alangkah banyaknya kesempatan dan waktuku terhilang.” Tapi ingatlah bahwa kita melakukannya untuk Tuhan Yesus dan Dia nanti yang menjadi HAKIM di dalam Takhta Pengadilan Agung untuk menentukan apa bagian setiap orang di dalam kekekalan.

Karena itu tetaplah semangat dan setia melayani Tuhan.

Bersabarlah dalam berbagai kesulitan hidup karena Dia yang akan menopang kita.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Martin Adams on Unsplash

Comments

comments