Siap Untuk Tidak Dianggap

Viewed : 525 views

1 Korintus 4:9
Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.

Rasul Paulus menyatakan posisinya sebagai rasul diletakkan di tempat yang rendah. Hal ini bukan menyangkut status, tetapi Allah mengijinkan Paulus direndahkan. Paulus seolah dijatuhi hukuman mati.

Sebagai hamba Kristus, Paulus siap untuk menjalani setiap perlakuan buruk dari orang-orang. Sungguh berbeda dengan keinginan manusia pada umumnya, dimana yang diharapkan adalah sanjungan, pujian, upah, dan penghargaan. Bahkan yang bukan haknya pun mau direbut.

Paulus juga sebutkan dirinya menjadi tontonan bagi dunia, artinya siap dikomentari dalam berbagai bentuk, dan dicap sebagai apapun. Bahkan seolah menjadi “hiburan” untuk dipergunjingkan.

Sikap Paulus tersebut menjadi teladan bagi kita untuk rela merendahkan hati di dalam melayani. Kita siap seolah dirugikan. Kita siap untuk tidak dianggap.

Teladan yang diberikan Paulus adalah jalan yang telah dilalui oleh para nabi… terlebih jalan yang telah ditempuh Kristus.

Filipi 2:8
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Bila ingin berkenan di hati Tuhan dan berbuah lebat di dalam pelayanan, rela dan bersiaplah untuk direndahkan. Mungkin pernyataan ini aneh dan terasa ekstrim. Natural kita pasti tidak suka itu sebab berat dan tak nyaman. Akan tetapi kalau itu yang dikehendaki-Nya untuk dijalani, bersiaplah! Tuhan pasti menyertai dan menguatkan dan memberi damai di hati… itu cukup!

Matius 5:11-12
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Comments

comments