2 Korintus 3:3
Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Ada sebuah pengalaman kecil ketika dulu sedang belajar di negeri orang.
Sebagai orang yang baru datang, teman-teman di lab mengajak makan malam bersama di satu tempat. Kata mereka sebagai acara penyambutan saya sebagai anggota lab yang baru. Sayapun memperkenalkan diri.
Ketika makan, mereka tidak memberi saya memakan daging yang satu itu. Mereka jauhkan dari hadapan saya. Mereka merasa karena saya dari Indonesia, pastilah saya tidak boleh makan daging yang satu itu… pantang!
Akan tetapi salah satu dari mereka menyuguhkan daging yang satu itu ke saya. Tapi dia terlebih dahulu bertanya apakah saya bisa makan. Lalu saya jawab singkat, “Bisa!”
Lalu mereka kaget dan ada yang merasa bersalah karena dari tadi mereka jauhkan dari saya. Mereka tanya apa agama saya. Saya katakan bahwa saya seorang yang percaya kepada Yesus. Lalu mereka ramai-ramai minta maaf dan segera memberi daging yang satu itu untuk saya nikmati.
😀😀😀
Namun anehnya setelah itu, setiap mereka memperkenalkan saya ke teman-teman lain yang belum mengenal, mereka selalu saja tekankan bahwa saya adalah orang yang bisa makan daging yang satu itu, bukannya mereka bilang saya seorang yang percaya kepada Yesus.
Saya pikir gawat juga dan tak nyaman kalau saya dikenal mereka sebagai seorang yang bisa makan daging yang satu itu, sebab itu sama sekali tidak perlu dan tidak penting. Buat apa??? Terlebih penting sebetulnya mereka melihat saya sebagai orang yang percaya kepada Yesus.
Sejak saat itu saya cobalah perkenalkan dengan sederhana diri saya sebagai orang yang percaya kepada Yesus. Walaupun mereka tidak menanggapi, tidak apalah, yang penting mereka jangan lagi menekankan pengenalan mereka akan saya sebagai orang yang bisa makan daging yang satu itu, tetapi sebagai murid Yesus.
Sahabat…
Sebagai apa kita dikenal dan diketahui orang?
Rasul Paulus tekankan dan katakan, “Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”
Marilah kita hidup dikenal dan dibaca orang sebagai SURAT KRISTUS.
Puji Tuhan!
Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Free-Photos from Pixabay




