Kamu adalah Surat Kristus

Viewed : 2,254 views

2 Korintus 3:3
Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Dari sebuah surat atau tulisan, kita dapat memahami maksud dan tujuan penulisnya. Hal ini akan terjadi jika surat tersebut jelas dan terang. Tidak kabur-kabur. Huruf-hurufnya jelas. Penempatan kata-kata dan titik koma serta tanda bacanya tepat. Spiritnya nyata.

Rasul Paulus menuliskan pesannya kepada jemaat Korintus dan mengingatkan kita, bahwa kita adalah surat Kristus. Karena itu apakah hidup kita bagaikan surat yang dapat dibaca dan dilihat orang sebagai pesan Kristus?

Ada sebuah kisah nyata tentang kesaksian hidup yang menarik dari seorang hamba Tuhan. Hamba Tuhan tersebut percaya kepada Kristus serta menyerahkan hidupnya kepada Allah. Pada mulanya dia seorang yang tidak percaya, bahkan sangat anti terhadap Kristus. Dia memiliki tetangga seorang Kristen yang saleh dan hidup taat.

Tetangganya itu bukanlah seorang yang populer. Dia hanyalah seorang yang tampak biasa-biasa saja, akan tetapi seluruh hidupnya benar-benar menunjukkan identitas seorang Kristen sejati. Dengan pimpinan Tuhan, dia senantiasa menunjukan sikap dan penampilan yang simpatik dan bersahabat dengan orang-orang yang di sekitarnya. Dari sinilah awal keyakinan hamba Tuhan tersebut mulai dibangun untuk percaya kepada Yesus dan akhirnya terpanggil melayani Tuhan.
Luar biasa!

Kesaksian hidup yang baik sangat besar pengaruhnya untuk menjadikan orang lain percaya kepada Kristus dan hidupnya dibangun serta terus-menerus diubahkan.

Karena itu, mari kita menjadi surat Kristus yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi ditulis dan dibentuk serta dibingkai oleh Roh Allah yang hidup. Hidup kita bukanlah surat seperti loh-loh batu, melainkan loh-loh daging yang berisi firman Allah.

Mari merenung sejenak…
• Bagaimana kesaksian hidup kita setiap hari?
• Apakah hidup kita berkontribusi membuat orang percaya kepada Kristus?
• Sudakah hidup kita menjadi surat yang berpesan agar orang lain semakin dekat dengan Kristus?

Mari kita menjawabnya atas diri masing-masing, dan bukan menjadi hakim atas orang lain.

Tuhan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Hannah Olinger on Unsplash

Comments

comments