Lukas 16:10
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Seorang sahabat yang menduduki jabatan penting bercerita bahwa ketika dulu dia mulai bekerja, dia ditempatkan di sebuah ruangan. Dia belum diberi meja dan kursi.
Dia selalu meletakkan tasnya di atas meja kecil dekat lemari dan duduk di kursi yang sedang tidak dipakai. Sebab itu kursinyapun ganti-ganti setiap hari. Padahal dia lulusan Perguruan Tinggi yang baik di negeri ini.
Gajinya masih dihitung sebagai honor biasa yang hanya cukup makan sederhana. Semula dia berpikir pindah kerja saja agar bisa mendapat gaji lebih besar. Namun dia tetap bertahan dan melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Dia sering mengerjakan yang sebenarnya bukan tugasnya. Tapi dia lakukan saja dengan baik. Dia siap menolong dan mengabdi.
Sekarang dia telah menjadi besar, banyak yang dipercayakan kepadanya, dan semua dilakukannya dengan baik. Itulah berkat dan upahnya sebagai pekerja yang tekun sejak awal. Di kemudian hari dia panen memetik hasil dari apa yang ditaburkannya sejak awal.
Bagaimana dengan kita?
Banyak orang berkeinginan melakukan perkara besar, atau diberi tanggung jawab dalam hal-hal besar.
Kebanyakan orang-orang yang sukses dalam hal besar, dimulai dari hal-hal yang kecil dan tampak sederhana.
Mari kita tetap setia dan sungguh-sungguh dengan tanggung jawab kita yang tampak sederhana sekalipun, baik dalam dunia kerja maupun pelayanan.
Walau masih kecil-kecil saja tanggung jawab kita, lakukanlah itu sebaik mungkin. Akan datang saatnya diberi perkara yang besar dan kita akan dapat lakukan itu, sebab kita telah dilatih dan mau belajar bertanggung jawab sejak awal dalam perkara-perkara kecil.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.
Tuhan beserta kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Free-Photos from Pixabay




