Matius 6:24
Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.
Bayangkan bila ada dua nakhoda dalam kapal dan kedua nakhoda itu tidak sepaham dan tak sejalan mengendalikan kapal, apa jadinya dengan perjalanan kapal itu?
Saya tidak akan mau naik kapal itu… bahaya!
Maka itu nakhoda haruslah satu saja.
Juga jika ada dua stir dalam sebuah mobil dan ada dua sopir yang tak selaras ada di belakang stir itu mengendalikannya. Bagaimana jadinya dengan meluncurnya mobil itu?
Saya tidak akan mau jadi penumpang mobil itu… bahaya!
Maka itu sopir haruslah satu saja.
Memang dalam pesawat terbang ada dua Pilot, tetapi satu di antaranya adalah Co-Pilot yang harus patuh kepada Kapten Pilot. Jadi pada dasarnya mereka satu adanya.
Tuhan Yesus mengatakan kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Dalam hal keyakinan, hal ini artinya kita hanya dapat mengabdi, menyembah, taat, percaya, dan berserah kepada SATU saja yaitu kepada Allah yang kita kenal di dalam Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada yang lain. Tidak ada alternatif lain. Hanya kepada DIA yang satu-satunya ALLAH TRITUNGGAL.
Oleh karena itu mari kita menyerahkan hidup dan percaya sungguh-sungguh kepada Dia; Allah yang Esa, yang menyatakan diri-Nya di dalam Allah Bapa – Allah Anak – Allah Roh.
Abdikanlah sepenuhnya diri kita kepada-Nya. Selain Dia tiada yang lain… hanya DIA!
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Kelly




