Mazmur 34:18
TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
Kata “patah hati” sering dipakai untuk menggambarkan situasi yang dialami oleh kaum muda ketika dia mengalami penolakan dari seseorang yang diidamkannya. Ada banyak lagu digubah melukiskan betapa pilu dan sedihnya patah hati itu.
Namun pengertian patah hati tidak terbatas di kalangan asmara kaum muda saja. Patah hati adalah suatu situasi dimana apa yang diharapkan tidak kesampaian. Kecewa atau sakit hati, itulah salah satu akibat patah hati.
Mungkin kita sedang patah hati saat ini. Mungkin dalam pekerjaan, usaha, pelayanan, hubungan dengan pasangan, anak-anak, hubungan dengan seseorang, prestasi sekolah, dan sebagainya… ada banyak ragamnya.
Akan tetapi kabar baik yang melegakan adalah bahwa di tengah-tengah kita yang sedang patah hati dan kecewa;
• Tuhan dekat dengan kita,
• Tuhan mendampingi kita,
• Tuhan menjaga kita,
• Tuhan memahami kita,
• Tuhan melindungi kita.
Oleh sebab itu tabahlah dan kuatlah sekalipun kita sedang patah hati dan kecewa. Jangan merasa gagal, terlebih jangan bereaksi negatif. Jangan ambil langkah buruk. Yakinlah bahwa Tuhan akan meluputkan kita.
Bersabarlah dengan semua situasi sulit yang sedang dialami. Datanglah dan mendekatlah kepada Allah Bapa kita. Kekuatan dan penghiburan akan diberikan-Nya.
Ketika kita datang kepada Allah, mungkin saja masalah kita belum selesai… masih ada, namun penghiburan-Nya luar biasa indah menenangkan hati kita yang sedang gundah oleh patah hati yang dalam.
Mazmur 37:39
Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.
Tuhan beserta kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




