Tetaplah Setia

Viewed : 1,408 views

RENUNGAN
Matius 27:30
Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.

Di antara sekian banyak derita Yesus saat-saat menjelang penyaliban-Nya adalah menghadapi perlakuan orang seperti tertulis dalam ayat di atas.

Diludahi adalah pertanda penolakan dan penghinaan. Perlakuan yang sangat kasar. Menjatuhkan mental. Pernahkah kita alami? Janganlah!

Cobalah bayangkan jika kita diperlakukan seperti itu. Pastilah kita sangat marah. Jika tidak bisa melakukan perlawanan pada saat yang sama, mungkin kita tunggu saatnya kapan bisa membalas. Ada dendam membara.

Tidak hanya tekanan mental, tetapi juga tekanan fisik… Yesus dipukul. Secara total Yesus sungguh menderita luar dalam. Hak azasi-Nya dilanggar.

Tetapi Yesus menghadapi perlakuan itu dengan tenang dan tidak membalas apa-apa. Bahkan di kayu salib Yesus berseru, “Ampuni mereka…”

Apa yang dialami Yesus, merupakan gambaran apa yang mungkin kita hadapi sebagai pengikut-Nya, yaitu penolakan, bahkan mungkin intimidasi. Juga dalam pelayananpun seperti itu dapat muncul.

Yesus mengalami tekanan dipelopori oleh orang-orang Farisi yang memahami Taurat dan memang itulah pekerjaan mereka.

Kita juga mungkin mengalami tekanan dari orang-orang seperti itu… orang yang cerdik pandai memahami hukum-hukum Tuhan.

Sebagaimana Yesus tenang saja menghadapi semua derita, inilah teladan bagi kita. Bahwasanya di tengah semua bentuk ketidaknyamanan dalam mengikut Yesus… dalam pelayanan… itulah bagian kita, dan mungkin sebuah ketetapan bagi kita.

Tetaplah setia dan ikutlah Yesus apapun harganya.

Sahabat yang terkasih…
Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Kasih Allah Bapa, Keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus serta persekutuan dengan Roh Kudus adalah kiranya menyertai perjalanan hidup kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments