1 Yohanes 3:1
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
Ketika kita berada dalam keramaian, misalnya di sebuah pesta penikahan, mungkin kita tidak tahu bahwa di situ yang sedang antrian makanan di sebelah kita, ia adalah anak seorang pejabat tinggi, atau sebentar lagi dia akan diangkat menjadi seorang petinggi.
Begitulah kita tidak dikenal oleh orang-orang sekitar kita berhubungan dengan status kita sebagai anak-anak Allah. Status kita sebagai anak-anak Allah, merupakan hal yang tersembunyi bagi dunia ini.
Walau demikian, satu sisi penting berkaitan dengan status tersebut adalah agar apa yang erat melekat dengan diri kita, itulah hendaknya mewarnai setiap tindakan dan perbuatan kita. Dengan demikian, ketika orang menyadari atau tahu siapa kita dan apa yang kita yakini, membuat mereka tertarik. Dan boleh jadi hal itu dapat sebagai jalan dan jembatan bagi mereka untuk percaya dan menerima Kristus.
Dengan menyandang status sebagai anak-anak Allah, mari kita terus semakin mengenal Yesus Kristus, dan juga memperkenalkan Yesus melalui sikap hidup (afirmasi), dan kata-kata kita (proklamasi). Kita hidup sebagai saksi Kristus.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




