Menerima Proses

Viewed : 518 views

“Aku bersyukur banget ketemu kakak, jalan Tuhan emang paling sempurna.”

Salah satu komentar saat kami lagi live di Tiktok.

Kegiatan ini memang setiap hari kami lakukan. Karena inilah salah satu bentuk strategi bisnis kami sekarang. Kami menunjukkan proses pembuatan roti mulai timbang dan isi adonan, sampai matang.

Awal kami memulai tidak ada penonton sama sekali. Kadang tidak lebih dari 10 orang πŸ˜…. Ribka tetap lanjut menjelaskan proses roti. Hasilnya di awal ini suara Ribka hilang karena sampai 2 jam terus ngomong πŸ˜….

Terasa bosan sudah pasti, rasa ingin menyerah juga sudah terpikirkan. Kayaknya gak ada peluang disini. Tapi kami membuang sugesti negatif dan lanjut saja live. Kalau belum sekarang, nanti pasti ada yang tertarik. Karena kami masih tahap “awareness”. Tahapan kami masih memperkenalkan siapa kami, dan bisnis apa yang kami jalankan sekarang.

Konsisten yang membosankan ini akhirnya berbuah hasil 😁. Penonton mulai bertambah dan mulai muncul pertanyaan. Senang sekali dapat respon. Sampai di titik kewalahan jawabin pertanyaan dari penonton karena lebih seratusan pertanyaan dan yang nonton menyentuh angka 400an. Wow sungguh tidak terduga 😁.

Dari sinilah mulai bermunculan orang-orang yang tertarik mau belajar bikin roti. Insting bisnis kami menyala πŸ˜‚. Kami buat kelas baking roti secara online dan offline. Puji Tuhan, yang percaya belajar ke kami sudah hampir 300 orang. Kami belum hitung lagi secara pasti, karena terakhir dihitung sudah lebih 200an orang. Pesertanya dari umur 14-50an tahun. Dari siswa SMP sampai ibu-ibu kerja diluar negeri yang sedang ada di Bali.

Mereka belajar tidak hanya untuk bisnis, ada juga yang hanya untuk cari kegiatan positif. Mayoritas yang belajar adalah anak muda. Kalau belajar offline semuanya puas dan sangat senang sekali belajar dengan kami.

Hal yang membuat bahagia ketika dapat testimoni seperti diatas. Kami memang sengaja gak minta testimoni. Tapi, peserta sendiri yang dengan kerelaan hatinya memberikan testimoni😊.

Ada yang bilang kewalahan nerima orderan, rasa roti enak sekali setelah buat sendir, ada yang sampai nangis terharu karena coba buat roti gagal terus. Dan banyak testimoni yang membuat haru lainnya.

Salah satu peserta pernah bilang kalau tahta dalam perbaking roti menduduki di jajaran teratas kesulitannya 😁. Banyak yang gagal dan menyerah karena belum mengerti triknya.

Kami sudah melewati kesulitan-kesulitan itu dan mendapatkan trik ala kami secara otodidak. Dan kami membagikan apa yang kami ketahui. Orang-orang menerima manfaatnya dan sangat bersyukur. Puji Tuhan, ternyata ada peran dan dampak kami lewat adonan tepung ini 😁.

Keputusan kami menerima proses berbuah hasil ternyata. Kalau kami memilih menyerah semuanya kebaikan dan cerita yang mengharu biru hanyalah sebuah angan semata 😊. Terima kasih untuk berkat dan hikmat Tuhan untuk kami.

Dan testimoni lainnya yang melecutkan semangat lagi.

“Suami isteri kompak buat roti, sukses selalu.” πŸ™πŸ½

Penutup dariku biar gak apa kali πŸ˜‚ Ada kalimat dari bapak Stephen Covey,

“Tujuan lebih penting daripada kecepatan. Banyak orang bergerak cepat kemana-mana, tetapi tidak menuju ke tempat yang seharusnya mereka tuju.”

Tuhan memberkati.
Denpasar, 270624

Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami.

Comments

comments