439. Tabir Tabu

Viewed : 231 views

Walau remang-remang, namun kitab Yudas yang terdiri dari hanya satu pasal memberi indikasi apa yang terjadi di kitab Kejadian pasal 6 ayat 1-2. Bisa jadi, penjelasan samar-samar ini dapat membuat daku dan dikau, sebagai kaum awam, menjadi gamang.

Di suatu waktu, beribu-ribu masa yang lalu, ada malaikat-malaikat…yang tidak taat pada batas-batas… yang meninggalkan tempat kediaman… (Yudas 1:6). Kata jamak malaikat-malaikat menunjuk kepada lebih dari satu atau sekelompok makhluk supernatural, dengan kehendak sendiri, melanggar aturan normal.

Segerombolan malaikat bertindak di luar skenario, berambisi untuk melepaskan diri dari rantai komando. Tali-tali pengekang keterbatasan sebagai makhluk ciptaan diterabas, limitasi yang diciptakan Sang Pencipta dilibas.

Alih-alih menerima sebagai makhluk ciptaan, sebaliknya tidak puas dengan keadaan. Status sebagai makhluk supernatural tidak cukup, tergoda untuk keluar dari pembatas sebagai makhluk yang harus tunduk kepada aturan dari Sang Pemberi Hidup.

Beramai-ramai membangkang meninggalkan tempat kediaman di alam roh. Secara kolektif merengsek masuk dan hadir di alam fana. Berbondong-bondong menjebol tabir tabu sebagai pembatas jelas antara makhluk tidak kasat mata dengan yang nyata. Pembangkangan berjama’ah melintas dimensi maya ke dimensi manusia.

Jika di Taman Eden, dimensi sorga melebur dengan dimensi Adam Hawa, jadi hal normal kalau Adam Hawa bertegor sapa dengan si ular, makhluk dari alam sana. Namun setelah Eden sirna entah ke mana, fenomena tegor sapa ini menjadi berbeda!

Setelah manusia bertambah banyak dan tersebar di seluruh dunia, dan anak-anak perempuan dilahirkan, makhluk-makhluk ilahi melihat bahwa gadis-gadis itu cantik-cantik. Lalu mereka mengawini gadis-gadis yang mereka sukai. (Kejadian 6:1,2 BIS)

Ini bukan saja isu tegor menegor antar makhluk dari dimensi yang tidak sama, namun melangkah jauh lebih parah dari drama di Taman Sorga di Kejadian pasal 3. Bukan hanya menyangkut goda dan tergoda dengan kata-kata, tapi telah menyertakan kontak fisik yang sulit dicerna.

Ini isu kawin dan dikawinkan antar makhluk yang berbeda kodrat. Antar makhluk dari alam roh dengan alam fisik. Fakta ini menimbulkan seribu satu tanda tanya. Mungkinkah hal seperti itu nyata? Ataukah dengan cara pandang ini barulah Alkitab dapat dipahami dengan lebih seksama?

Agar terwujud perkawinan campur antara makhluk alam roh dan fisik, maka tentu ada usaha ekstra keras, usaha tidak normal dari makhluk alam sana agar perkawinan itu dapat terlaksana. Yudas dengan cermat mengindikasikan itu sebagai tindakan tidak taat kepada batas-batas dan ikhtiar untuk meninggalkan tempat kediaman.

Mungkinkah upaya melewati batas tabir tabu ini sama seperti ekspresi si kerub di Taman Eden yang berambisi terbang tinggi hingga setara dengan Sang Maha Tinggi (Yesaya 14:13,14)? Hanya kali ini dilakukan bukan lagi sebagai a single rebellion, namun a corporate rebellion!

Apakah malaikat dapat melewati batas?

Usaha tanpa batas untuk menembus pembatas, perkawinan campuran, melahirkan generasi yang tidak karuan. Keturunan inilah kemungkinan besar sebagai pemicu YHWH ambil tindakan tegas, lugas, dan tuntas!

Bisa jadi, perkawinan melewati batas ini, juga akan kembali terjadi, namun jauh lebih ngeri! Bukankah sudah diperingatkan bahwa yang serupa ini akan muncul lagi di era antediluvian modern sebelum kedatangan-NYA yang ke dua kali (Lukas 17:26,27)? Wallahu a’lam…🙏🏼 (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments