Couplepreneur: Love and Growth

Viewed : 386 views

Persis tahun lalu saat kami arah pulang dari Kintamani. Menelusuri jalanan lurus yang panjang. Suasana yang syahdu dan sejuk. Aku dan Ribka merewind kembali bahtera rumah tangga kami selama 7 tahun πŸ˜€.

Dalam perbincangan kami yang seru ini tercetus istilah baru untuk kami. “Kita ini bisa dibilang couplepreneur loh.” Kata Ribka kala itu.

Nah, apakah maksud dari istilah couplepreneur ini?

Menurut ….., couplepreneur adalah ….. Berhubung karena bukan pembahasan di kuliahan jadi pembahasannya gak jadi terlalu baku dan kaku ya πŸ˜….

Aku sangat bersyukur Ribka menjadi couplepreneurku saat ini 😊. Sebelumnya Ribka bertanya hal tersulit dan paling disyukuri saat kami menjadi tim dalam bisnis bakery ini.

Jujur pas awal kami mulai. Hal tersulit bagiku adalah menurunkan ego. Aku ingin menghandle semuanya. Dengan dalih tidak ingin merepotkan Ribka. Dan seolah-olah ingin menjadi super hero untuk mengerjakan semua hal. Ternyata super hero hanyalah dalam komik dan film πŸ˜….

Aku lupa kalau Ribka punya segudang talenta. Aku terpikir hanya bentuk dukungan dengan ucapan tanpa melibatkan Ribka sama sekali. Inilah kesalahan terbesarku saat kami memulai bisnis bakery ini.

Aku akhirnya tobat πŸ˜‚. Aku akui salah dan mulai Ribka handle beberapa bidang. Ide Ribka sangat luar biasa. Dialah kreator semua konten kami 😊. Kerja keras sambil memikirkan banyak hal. Sambil mengurus Blessa juga.

Aku juga mengakui dengan jujur, berkat Ribka aktif di beberapa kegiatan bisnis kami semakin berkembang. Aku sangat bersyukur memiliki kekasih hati seperti Ribka 😊

Di pernikahan kami yang ke 8 tahun ini. Dari bisnis bersama kami banyak belajar. Kami bertumbuh bersama. Jadi, asmara kami semakin terkalibrasi karena frekuensi kami semakin sama😁.

Tanpa Ribka, bisnis kami ini tidak akan bisa berjalan seperti sekarang. Kami adalah tim. Satu orang tidak ada, kami tidak akan bisa melangkah sejauh ini. Kami memang harus bersama sebagai couplepreneur. Disinilah semua hal kami diuji.

Apakah cinta kami masih sama? Tentu saja masih 😊. Walaupun cerita kami tidak akan seperti dalam film-film romantis πŸ˜‚. Fakta yang agak lucu, aku suka mengolah kata menjadi tulisan, tapi jarang sekali mengatakan kata romantis ke RibkaπŸ˜…. Aku terlalu dominan di act of service untuk love language kami πŸ˜….

Perjalanan masih panjang ke depan. Bersyukur sekali sudah 8 tahun kami menggoreskan cerita yang berbeda-beda. Di saat ini cerita kami sebagai couplepreneur. Disinilah kami bertumbuh dan mengenal kembali satu sama lain 😊

Seperti lagu dari Daniel Caesar ft H.E.R
If life is a movie
Then you’re the best part

Amsal 19:14
“Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.”

Tuhan memberkati.

Denpasar, 070124

Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami.

Comments

comments