Kemerdekaan Di Dalam Emosi

Viewed : 463 views


“Saya mempunyai riwayat mental illnes.”
Demikian kata-kata tersebut disampaikan kepada saya, dan
menambah keprihatinan saya atas isu kesehatan mental yang sedemikian marak akhir-akhir ini.
Namun saya diingatkan bahwa ketidaksempurnaan hidup kita ini, bukankah kasih karunia Nya
berlimpah? Hal ini memberi semangat kepada saya untuk sedikit membagikan beberapa pendalaman
terkait dengan isu ini.
Raja Daud memberikan kepada kita beberapa contoh pergumulan batiniah yang dia alami, dan
bagaian mengalami kemerdekaan terhadap hal tersebut, beberapa frase berikut ini memberikan
insight kepada kita atas pergumulannya:
– Mazmur 42:6-12 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan
Allahku!
– Mazmur 142:1-4, 8 Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku
memohon kepada TUHAN. Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku
kuberitahukan ke hadapan-Nya. Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah
yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka
memasang jerat terhadap aku… Keluarkanlah aku dari dalam penjara untuk memuji nama-
Mu. Orang-orang benar akan mengelilingi aku, apabila Engkau berbuat baik kepadaku.
– Mazmur 19:12, “Siapa gerangan mengetahui akan segala sesatan dirinya; sucikanlah kiranya
aku dari pada segala salah yang sembunyi.”
Seorang Daud, orang yang berkenan kepada Tuhan, mengalami pergumulan, stress, kesepian,
depresi, bahkan dianggap “gila” oleh orang disekitarnya, dan Daud mengalami kelepasan atas
pergumulan hidupnya.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada doa yang sangat indah, Doa Bapa Kami, salah satu frase di dalam
doa tersebut menawarkan kesembuhan bahkan memurnikan hidup kita, yaitu :
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang
bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang
jahat.
Mendekonstruksi emosi kita atau memprogram kembali emosi kita di dalam terang kebenaranNya
sehingga kita semakin mengalami pembaruan hidup kita di dalam Kristus.
Berharap bahan ringkas ini membantu kita untuk menjalani kedalaman batin kita dan kita
dimerdekakan oleh karena kebenaran Nya.

Salam di dalam Kristus yang penuh Anugrah dan Kebenaran,

Teja

Download e-Book(PDF) : Kemerdekaan di Dalam Emosi

Teja adalah suami dari Titin, ayah dari Kasih dan Anugrah.

Comments

comments