112. ’LOVE Thinks No Evil’

Viewed : 738 views

Duhai cinta, cinta menggairahkan tapi juga melumpuhkan. Cinta memotivasi tekat akan tetapi bersamaan mematahkan semangat. Cinta memberi kehidupan namun beriringan dengan menuntut kematikan. Cinta itu melepaskan hak sekaligus menggenggamnya. Wahai cinta, cinta itu memberi dengan rela tapi juga menuntut dengan paksa. Cinta itu berkorban, tapi siapa sangka itu juga cari untung sendiri. Cinta itu menyerahkan se-gala²nya, namun dibalik itu sekaligus egois.

Antara cinta dan benci itu setipis rambut dibelah tujuh. Cinta dan dengki bak pinang dibelah dua. Cinta itu ibarat dua sisi mata koin manis sekaligus pahit. Cinta itu melegakan sekaligus menyesakkan. Tak heran kalau dikau dapat merasakan ‘benci tapi rindu’ bersamaan. Sejatinya, cinta itu haus akan ‘tumbal’ dan penuh resiko (high risk)! Aduhai cinta. Ini cinta manusia, cintamu dan cintaku.

ALLAH adalah terang dan di dalam DIA sama sekali tidak ada kegelapan. (1 Yoh 1:5) GOD is light, pure light; there’s not a trace of darkness in HIM. (The Message: ALLAH adalah terang, terang sempurna: tidak ada jejak kegegelapan dalam diri-NYA.)

ALLAH itu terang sempurna dalam pengertian sesungguhnya. Di dalam DIA sama sekali tidak ada cacat walau hanya senoktah apalagi ada agenda terselubung untuk memperdaya dikau. Kodrat-NYA, sudah jati diri-NYA, tak mungkin DIA berdusta apalagi menyesal seperti aku dan dikau (Bil 23:19). Pasti bukan DIA, jika dikau membayangkan Sang Pencipta secara diam² bermaksud untuk menipu dan menyiksa dikau. Tak terbayangkan secuilpun ALLAH ber-main² dengan penciptaan ibarat film ‘The Matrix’ (Revolutions) kisahkan. LOVE thinks no evil (1 Kor 13:1-8), secuilpun tak ada niat jahat dalam Cinta-NYA.

ALLAH cukup dengan diri-NYA sendiri (Yoh 5:26), ini kebenaran tertinggi di bawah langit. Hidup-NYA, kesempurnaan-NYA, keberadaan-NYA tak bergantung kepada apapun di luar diri-NYA. Semua mahkluk ciptaan tak menambah ataupun mengurangi keagungan-NYA. Maka semua tercipta bukan karena DIA membutuhkan teman bercengkrama. Tidak pula DIA memerlukan penyembah2 untuk hiburan. Apalagi menginginkan penyanyi² untuk membunuh rasa sunyi.

ALLAH itu kasih, kata Alkitab (1 Yoh 4:8). Motivasi dibalik kasih-NYA adalah tulus dan rela (Ef 1:9). Motivasi dan niat-NYA dalam segala sesuatu se-mata² hanya untuk kebaikan mahkluk ciptaan-NYA. Cinta-NYA hanya selalu memikirkan apa yang terbaik bagi dikau, kekasih-NYA. Cinta-NYA tak mengharapkan balasan apapun. Cinta-NYA selalu memberi beri dan beri.

Tak seperti dikau dan aku, cinta-NYA terus mengalir tak bersyarat apapun (Mat 5:46-47). Cinta yang tak memikirkan diri sendiri. Cinta yang selalu memberi. Dikau bisa saja janji asal janji seperti janji cinta ‘bulan madu ke ujung dunia, sepatu baru dari kulit rusa.’ Tapi DIA limpahkan semuanya, udara, air, sinar matahari, dan napas kehidupan. Itu cinta yang bersenandung ria me-nari² di antara pepohonan di Taman Ilahi. LOVE thinks no evil, bahkan diri-NYA sendiri diserahkan untuk dikau dan aku! Tidakkah hatimu ber-bunga² punya kekasih hati seperti itu? (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.

 

Comments

comments