105. ‘Pengkhianat Cinta’

Viewed : 1,691 views

Berduyun orang memburu bayangan.

Semua lomba gapai angan.

Tekad capai puncak kayangan.

Malang, itu hanya khayalan.

Tragis, memilukan!

Itu kehidupan.

Terkurung dalam ketidakpastian.

Tak tahu tujuan.

Hidup rutin nan menjemukan.

Terjebak, tak ada jawaban.

Tragis, memilukan!

Hati kosong keroncongan.

Glamor dan jabatan tak memuaskan.

Ketaatan beragamapun mencelakakan.

Akhirnya semuanya menuju kematian.

Tragis, memilukan!

Tetapi mereka itu telah melangkahi perjanjian di Adam, di sana mereka telah berkhianat terhadap Aku.

-Hosea 6: 7

Entah apa yang diajarkan di Sekolah Minggu. Entah apa yang dikhotbahkan setiap minggu. Entah doktrin apa yang Sahabat tahu. Entah Sahabat merasa ini hanya dongeng semu. Sejatinya, di Taman Eden telah terjadi tipu-menipu.

Saya dan Sahabat telah main serong. Menyeleweng, ada “orang” ketiga. Berpaling ke idaman lain. Perjanjian Kudus telah dikangkangi, telah dinodai. Cinta-Nya telah dikhianati. Saya? Dikau, Sahabat? Ups, sang pengkhianat cinta! Saya dan Sahabat, pengkhianat?

Pengkhianat cinta! Akibatnya tragis, memilukan.

Tatkala saya terluka, Sahabat turut merasa sakit, bahkan tetangga pun menderita. Setiap orang pernah merasakan seorang sahabat yang balik kanan dan menusuk dari belakang. Dipikir teman, tahunya menggunting dalam lipatan. Dipercayai, tahunya dikadali. Dikira pengikut, tahunya musuh dalam selimut. Sakit, pahit! Hati getir. Kalbu merintih. Rasa sakit dikhianati menembus hingga bagian paling dalam kemanusiaan. Sakit yang teramat ngilu, kekasih selingkuh di depan mata.

Aaahhh, sulit memahaminya. Saya dan Sahabat main mata. Cinta kita terbelah. Taman Eden yang harusnya penuh suasana surgawi, malah di sanalah awal Sang Cinta menderita. Allah terluka, cedera. Hati-Nya pahit lantaran kekasih berubah setia. Apakah Dia berduka sepanjang masa? Tidakkah Sahabat merasa?

Efraim telah menimbulkan sakit hati-Nya secara pahit.

-Hosea 12: 15a

Mengapa Dia biarkan Adam berkhianat? Mengapa Dia tidak mencegahnya? Di mana kemahakuasaan-Nya? Mengapa Dia jatuh cinta kepada Adam, kepada saya, dan Sahabat? Mengapa Dia sedia menderita untuk cintaku yang membusuk? Mengapa, ya, Allah?

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” dan “Divine Love Story” karya NSM

Comments

comments