196. ’Coup d’etat’

Viewed : 1,295 views

Kesadaran membuat insan itu manusia. Kemampuan berpikir membuat manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Setiap individu terlahir dengan derajat kebebasan tiada duanya. Kebebasan untuk menentukan ‘mau kemana.’ Itu tersimpan dalam DNA. Ciri unik setiap manusia. Hak istimewa sejak purbakala. Di Eden Adam dan Hawa begitu. Sekarangpun dikau tidak berbeda seperti itu.

Tidak ada di lainnya. Itu hanya hak eksklusif untuk makhluk yang namanya manusia. Setiap individu ada pilihan. Suka ke kiri atau ke kanan. Silakan! Tidak ada yang melarang dikau pilih apa. Itu semua terserah Anda. Bak itu dalam hal pilihan cinta. Itu sukarela. Tak ada paksa memaksa. Apalagi direkayasa. Senang, sila teruskan saja. Itu semua terjadi di dada. Pilihan yang mewarnai dunia.

Di Eden itu bermula. Walau di kitab suci narasinya sangat singkat di halaman-halaman pertama. Kisah yang begitu sederhana. Bahkan anak-anakpun mudah mencerna. Akan tetapi bagi orang dewasa. Apalagi para sarjana. Mereka tercengang mulut menganga. Tak sangka. Mutasi pohon ilmu pengetahuan itu telah merubah nasib semuanya.

Pilihan transenden itu sekali untuk selamanya. Boleh setuju ataupun tak percaya. Anggap itu kebenaran prima. Ataupun sekedar legenda di kala senja. Sejatinya, mutasi pohon itu dapat dirasakan oleh semuanya. Dari generasi ke generasi tak ada yang luput dari akibatnya. Dan akhirnya! Perangai manusia seperti daku dan dikau telah menjelma dalam panggung drama.

Drama yang tak ada habis-habisnya. Sepanjang peradaban manusia. Manusia telah menguasai buana! Mungkin lebih pas, manusia telah merebut penentu jalan hidupnya. ‘Penguasa tunggal,’ sambil membusungkan dada. Keturunan Adam telah berada di rantai puncak makhluk bernyawa. Sepertinya keberlangsungan kehidupan di dunia ini bergantung kepada manusia.

dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, (Kejadian 3:17-19)

‘Kutuk’ oleh ilmu pengetahuan diubah menjadi ladang makanan. Peluh diganti dengan mekanisasi pertanian. Rumput dan duri? Itu menjadi modal berkembangnya industri. Manusia telah pegang kendali. Dunia telah dikuasai. Dan angkasapun telah dijelajahi. Tak lama lagi. Mungkin planet lainpun akan didiami. Manusia menjadi pemenang satu-satunya! Penguasa dunia dan alam sekitarnya.

Jadi? Alih-alih Adam dan Hawa diusir dari taman sorga. Terbuang dari Eden. Tak tahunya. Siapa sangka. Sebenarnya, Allah-lah yang ditendang dari dunia! Eden hilang entah ke mana. Bersamaan dengan itu, kehadiran-Nya turut sirna. Puncaknya? Manusia menjadi raja. Penguasa tunggal. Penentu nasibnya! Dan Dia terluka. Ditendang semena-mena. Dan Dia diam seribu bahasa.

TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. (1 Samuel 8:7)

Ribuan tahun kemudian. Perasaan-Nya dibukakan. Isi hati-Nya sejak di taman sorga. Niat-Nya sejak dunia belum tercipta. Rencana sebelum segala sesuatu ada. Kehendak-Nya jauh sebelum daku dan dikau tercipta. Menghadirkan Eden sebagai langkah awal menghadirkan kerajaan-Nya di dunia. Seakan Eden sebagai pijakkan kaki-Nya untuk meluaskan sorga ke seluruh dunia.

Manusia pertama. Adan dan Hawa. Mereka diandalkan sebagai wali-Nya. Perwakilan yang dipercaya. Seakan seperti perpanjangan tangan Sang Pencipta. Bak Allah hadir di dunia di dalam diri mereka. Untuk menguasai dunia. Mengelolanya agar semua makhluk merasakan pemerintah-Nya nyata. Lantas, ke mana pilihan manusia?

Coup d’eta!

Manusia merebut dunia. Konspirasi licik dengan Sang Pendusta. Dia ditolak menjadi Penguasa. Raja satu-satunya yang berkuasa. Alangkah sakitnya. Bak teman menusuk dari belakang. Yang dipercaya tergoda rayuan. Tawaran yang menyesatkan. Dan Dia diam sambil pasrah berkata: ‘Kabulkanlah segala permintaan bangsa itu kepadamu. Sebab bukan engkau yang mereka tolak, melainkan Aku. Mereka tidak menghendaki Aku lagi sebagai raja mereka.’ (versi BIS)

Sejak itu dunia tidak seperti direncanakan. Tak seperti yang Dia harapkan. KehendakNya telah dibengkokkan. Kehadiran-Nya tidak lagi diinginkan. Di mana kerajaan-Nya tidak hadir. Di situ segera terjadi keadaan kocar kacir.

Sejak sekarang engkau dan perempuan ini akan saling bermusuhan; demikian pula keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan menginjak dan meremukkan kepalamu, sedangkan engkau akan memagut dan meremukkan tumitnya.” (Kejadian 3:15, FAYH)

Selamat datang di zona perang. Di dunia tidak ada istilah gencatatan senjata. Tak di kenal daerah netral. Jangan mengkhayal. Tidak terdapat zona demiliterisasi. Tak ada giliran jaga. Jangan mimpi untuk istirahat sejenak. Ini peperangan habis-habisan sepanjang masa. Tidak ada yang sisa. Ini perang semesta.

Aaahhh, gawat. Daku tak tahu apa-apa. Rasanya aman-aman saja. Moga dikau dapat merasa. Dan beruntung karena berjaga-jaga! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Image by Clker-Free-Vector-Images from Pixabay

Comments

comments