69. ‘Kisah Lebih Besar’

Viewed : 714 views

Mengapa Allah menciptakan manusia? Mengapa kita ada di dunia? Pertanyaan-pertanyan besar dan mendasar sepanjang masa. Sebagian kita tak ada waktu untuk memikirkannya. Akhirnya menjalani hidup sehari demi sehari apa adanya. Kalau beruntung, jalan lancar. Kalau buntung, itu nasib! Sebagian melihat hidup ini sebuah perjuangan. Masa depan ada di tangan mereka yang kerja keras dan tak kenal lelah. Namun, setelah sampai puncak? Turun ke bawah! Sebagian lagi melihat hidup ini semua sudah ada yang mengatur! Akibatnya tak tahu apa yang mau dikejar. ‘Kan semua tinggal ikut skenario’, kilahnya. Tanggungjawabpun jadinya diabaikan! Sebagian sebagian lagi. Saudara termasuk kelompok yang mana?

‘Aku bingung! Apakah kita punya tujuan hidup di dunia ini? Ataukah kita hanya melayang-layang diantara kebetulan-kebetulan?’  Ucap Forrest Gump putus asa kala dia berdiri di pusara kekasih abadinya, Jenny.

Kisah perjalanan hidup dari setiap orang bukanlah apa yang terlihat! Kisah hidup, sejatinya dari seseorang adalah perjalanan dari ‘hati’nya!  Kita menjadi ‘manusia’ karena ‘hati’ kita! Manusia batiniah kita adalah kisah perjalanan ‘hati’ yang terdapat dalam diri kita yang paling dalam. Dari dalam hatilah muncul gairah dan rencana. Impian dan ketakutan. Bahkan luka bathin yang tak kasat mata. Dengan kecanggihan dan kepiawaian, apapun dalam hidup dapat direncanakan. Kecuali gejolak hati!

Manusia batiniah itulah yang membuat hati terus bertanya! ‘Who am I?’ Sebenarnya siapa sich saya ini? Hati tidak puas dengan apa yang terlihat. Dia gelisah karena merasa ada ‘sesuatu.’ Kesadaran akan hidup ini tidaklah sekedar makan minum. Dia merasa menjadi bagian dari sutau kisah yang lebih besar.

’God created man because He loves stories,’ ujar Elie Wiesel. Karena itu, jika kita ingin tahu misteri keberadaan kita di bumi, bisa jadi kita akan temukan itu dalam stories alias kisah-kisah kehidupan.

Aaahhh! Sayang seribu kali sayang. Entah bagaimana? Tapi, dewasa ini yang kita memiliki tinggal drama kehidupan yang terpenggal-penggal. Cerita yang tak nyambung dari satu kisah ke kisah lainnya. Kita telah kehilangan kisah besarnya. Gambaran besarnya telah sirna! Tak heran, kita hidup dalam ‘no story.’ Setiap kejadian sepertinya terpenggal-penggal. Kisah yang acak dan sembarangan saja terjadi. Tak ada kaitannya satu dengan yang lainnya. Jagoan kalah, semangat patah. Kalau menang, hati girang. Namun, kita kehilangan bingkai yang lebih besar dari kisah jagoan tersebut.

Ups! Apakah itu sebabnya Akitab penuh dengan drama kehidupan dari tokoh-tokoh iman? Yes, Alkitab adalah untaian kisah kehidupan yang kait mengkait. Dimulai dari dipersatukannya Adam dan Hawa sebagai suami istri (Kejadian 1:28). Hingga diakhiri kisah riang gembira pernikahan Anak Domba Allah dengan mempelai-Nya (Wahyu 19:7 ).

Aaahhh! Alkitab itu kisah asmara dong? Yes, kisah Cinta Ilahi (Divine Love Story)! Wah, kalau begitu kisah hidup-ku bukanlah kisah terputus-putus! Apalagi kejadian acak ataupun kebetulan karena ada dalam bingkai Cinta Ilahi itu. Apa begitu? Lha, menurut Saudara, bagaimana? (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Comments

comments