455. Cohabitation!

Viewed : 189 views

Paling tidak sejak era pencerahan (Enlightenment) di Eropa di abad ke 17-18, unsur gagasan mistik mulai ditinggalkan dalam memahami Alkitab. Semua diusahakan memahaminya seturut dengan ilmu pengetahuan. Akal menjadi semacam tuhan baru, penentu arah pemahaman yang dianggap yang paling jitu.

Kejadian yang tidak masuk akal, dianggap abal-abal. Unsur-unsur kejadian yang mengarah ke isu peran dari dimensi lain dianggap hanya sekadar konsumsi anak-anak Sekolah Minggu. Supernatural Intervention (lihat seri 448) dalam memahami suatu peristiwa dihindarkan. Apalagi prinsip Ilustrasi Uang Dolar (seri 449) dianggap tidak sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan.

Perkara-perkara kejadian di luar naral, mukjizat seperti Lima Roti – Dua Ikan dalam salah satu kisah di Perjanjian Baru, terpkasa dirasionalisasikan sehingga logis. Umumnya, itu dianggap bukan peristiwa sungguhan, namun hanya dianggap cara untuk menyampaikan pesan moral ataupun lainnya. Keberadaan makhluk di dimensi lain telah pelan-pelan dilupakan.

Akibat pendekatan pemahaman ini sangat merugikan generasi berikutnya. Bagi mereka yang hidup di era ini, dikau yang termasuk generasi Baby Boomers (lahir di kisaran tahun 1946-1964) hingga generasi Z (1997-2012), telah kehilangan makna hakiki trailer Kejadian 6:1-4.

PENDUDUK di bumi mulai bertambah dengan pesat. Pada waktu itulah anak-anak Allah melihat bahwa anak-anak perempuan manusia cantik-cantik dan mereka mengambil siapa saja yang diingini mereka sebagai istri. (Kejadian 6:1 FAYH)

Konon, sejak abad ke 4, jauh sebelum zaman pencerahan, anak-anak Allah dalam ayat di atas dimaknai sebagai keturunan fisik dari garis keturunan Set. Bagaimana mungkin makhluk dari dimensi lain dapat cohabitation (berasimilasi sehingga menghasilkan keturunan) dengan manusia! Penafsiran ini menjadi dasar pemahaman di lingkungan sekolah teologia bahkan di kebanyakan aliran gereja.

Semuanya mulai berubah sejak tahun 2010!

Usaha keras Amar Annus untuk memahami temuan arkeologi ratusan ribu cuneiform (aksara paku di atas lempengan tanah liat yang berisi tulisan tentang budaya era purba Mesopotamia, sekitar 3.000 SM) yang dipublikasi tahun 2010. Salah satunya kisah apkallu yang ternyata ada kemiripan dengan drama Kejadian 6:1-4 dengan air bahnya.

Begitu pula dengan temuan berbagai naskah The Dead Sea Scrolls di pertengahan abad ke 20, salah satunya 1 Enoch. Walau buku ini non-kanonik, namun sangat mempengaruhi cara pandang Yudaisme pada the second temple period. The Book of Watchers (pasal 1–36 dari 1 Enoch) yang diperkirakan ditulis sekitar 300–200 SM, merupakan penjelasan rinci dari apa yang terjadi di dalam Kejadian 6:1-4. Bahkan dapat dianggap, itu sebagai uraian lebih panjang dari drama anak-anak Allah yang mbalelo.

The Book of Watchers yang mengisahkan malaikat-malaikat (the watchers) yang memberontak dengan berasimilasi, cohabitation, dengan manusia yang akhirnya menghasilkan keturunan raksasa. Kisah lebih detail ini menjadi alasan utama mengapa terjadinya air bah versi 1 Enoch.

Dan para malaikat [watchers], anak-anak surga, melihat mereka dan menginginkan mereka. Mereka berkata satu kepada yang lain, ‘Ayo, mari kita memilih istri bagi kita dari antara anak-anak manusia, dan kita akan melahirkan anak-anak bagi kita. (1 Henokh 6:2)

Demikian pula naskah ribuan tahun sebelumnya dalam legenda kuno Mesopotamia, kisah tentang 7 dewa, apkallu, yang datang ke bumi sebelum datangnya air bah. Masyarakat Mesopotamia begitu bangga dengan peran para dewa dalam memajukan peradaban mereka. Cohabitation apkallu dengan manusia menghasilkan generasi quasi-divine (semi-ilahi).

Cohatation makhluk dari dimensi lain dengan manusia di Kejadian 6:1-4 menjadi lebih terang latarbelakangnya. Jika demikian adanya, maka kehidupan ini tidaklah sesederhana yang terlihat. Di alam tidak kasatmata simpang siur segala jenis makhluk yang, believe it or not, turut mempengaruhi situasi politik, ekonomi, dan peradaban manusia! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments